Anggota DPRD di Kasus Salim Kancil: Saya Tidak Punya Tambang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang mahasiswa memegang poster bergambar Salim Kancil saat aksi solidaritas atas terbunuhnya aktivis petani Salim Kancil di Surabaya, 1 Oktober 2015. Aksi yang di ikuti oleh WALHI Jatim, LBH Surabaya, Ecoton dan sejumlah kelompok mahasiswa ini menuntut pemerintah dan kepolisian untuk mengusut tuntas terbunuhnya Salim Kancil. FULLY SYAFI

    Seorang mahasiswa memegang poster bergambar Salim Kancil saat aksi solidaritas atas terbunuhnya aktivis petani Salim Kancil di Surabaya, 1 Oktober 2015. Aksi yang di ikuti oleh WALHI Jatim, LBH Surabaya, Ecoton dan sejumlah kelompok mahasiswa ini menuntut pemerintah dan kepolisian untuk mengusut tuntas terbunuhnya Salim Kancil. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Anggota DPRD Jawa Timur, M. Rofiq, memberi klarifikasi terkait kasus kematian petani penolak tambang pasir di Desa Selok Awar Awar, Pasirian, Lumajang, Jawa Timur. Anggota Fraksi PPP dari daerah pemilihan Jember-Lumajang itu menegaskan kalau dirinya bukanlah yang dimaksud dengan inisial R yang sedang menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur dalam kasus tersebut.

    "Bukan saya yang jadi tersangka, saya juga tidak pernah diperiksa oleh Polda Jawa Timur," kata Rofiq kepada wartawan di kantornya, Senin 5 Oktober 2015. Dia menyatakan, "Saya tidak punya tambang."

    Rofiq menyatakan maklum jika ada kalangan yang cepat menyangkutkan RA dengan dirinya. Dia menambahkan, tidak akan menuntut. "Saya maklum karena memang kan kasus tersebut atensinya sampai ke Presiden dan Kapolres Lumajang juga baru dilantik," kata Rofiq.

    Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, juga memastikan tersangka atas inisial AR bukan seorang anggota DPRD Jawa Timur. R kata Argo merupakan seorang pengusaha asal Surabaya. “Tidak ada anggota DPRD yang dimaksud. Rofik ini adalah pengusaha,” kata Argo.

    Adapun Kepala Polda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Anton Setiadji mengungkap bahwa R telah ditahan dengan sangkaan sebagai penyandang dana sekaligus sebagai penerima hasil tambang liar di Desa Selok Awar Awar. R disebutkannya adalah warga desa setempat.

    "Dalam hal ini, kami akan terus melakukan pengembangan," kata Anton.

    Sejauh ini polisi telah menetapkan sebanyak 14 tersangka dalam kasus penambangan ilegal di Desa Selok Awar Awar. Total ada 24 tersangka yang ditetapkan karena kasus juga meliputi pembunuhan dan pengeroyokan. Diantara para tersangka itu adalah Hariono, kepala desa setempat.

    Selain menyebabkan Salim Kancil tewas, penolakan terhadap penambangan pasir  ilegal di Desa Selok Awar Awar juga mengakibatkan Tosan luka parah. Keduanya menjadi sasaran penganiayaan oleh puluhan warga pada Sabtu 26 September 2015 lalu.

    EDWIN FAJERIAL | SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.