Denny Indrayana Kembali Diperiksa Bareskrim Polri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana masuk kedalam mobilnya seusai menjalani pemeriksaan di Bareskirim Mabes Polri, Jakarta, 26 Mei 2015. Denny diperiksa selama 9 Jam oleh penyidik sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Payment Gateway Kemenkumham tahun 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana masuk kedalam mobilnya seusai menjalani pemeriksaan di Bareskirim Mabes Polri, Jakarta, 26 Mei 2015. Denny diperiksa selama 9 Jam oleh penyidik sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Payment Gateway Kemenkumham tahun 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana mendatangi Bareskrim Polri dalam rangka pemeriksaan atas kasus yang sedang menjerat namanya. Denny datang dengan kemeja batik cokelat pukul 13.30 bersama beberapa kuasa hukumnya.

    Denny enggan terlalu banyak berkomentar. "Nanti saja setelah ini saya berikan pernyataan ya," katanya langsung masuk ke gedung Bareskrim Mabes Polri pada Senin, 5 Oktober 2015.

    Denny adalah tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sistem payment gateway dalam pembuatan paspor di Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum. Dia menjadi tersangka kasus pembayaran elektronik dalam pengurusan paspor di keimigrasian. Saat menjabat di Kementerian Hukum, Denny menginisiasi sistem tersebut.

    Denny ditetapkan sebagai tersangka saat Komisaris Jenderal Budi Waseso menjabat sebagai Kepala Bagian Reserse Kriminal Mabes Polri. Denny dituduh merugikan negara sekitar Rp 32 miliar dalam kasus itu. Padahal, menurut dia, dana pembayaran pembuatan paspor itu sudah disetor ke negara.

    Dana yang dibayarkan dengan sistem online itu memang sempat mampir ke rekening penyelenggara payment gateway, tapi itu pun hanya sehari. Denny diduga hanya menyalahi prosedur, bukan berniat memperkaya diri sendiri atau orang lain.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.