Pilkada Serentak, Distribusi ke Luwu Utara Tersendat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menggunakan sampan untuk melanjutkan perjalanan dari Desa Beringin menuju Desa Lara di Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (15/1). Jembatan yang ambruk akibat banjir beberapa bulan lalu mengakibatkan tiga desa di wilayah tersebut terisolir membuat warga mengunakan perahu sampan sebagi alternatif transportasi. TEMPO/Fahmi Ali

    Sejumlah warga menggunakan sampan untuk melanjutkan perjalanan dari Desa Beringin menuju Desa Lara di Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (15/1). Jembatan yang ambruk akibat banjir beberapa bulan lalu mengakibatkan tiga desa di wilayah tersebut terisolir membuat warga mengunakan perahu sampan sebagi alternatif transportasi. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, MAKASSAR- Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum mengetahui jalur yang akan digunakan untuk mengirimkan logistik ke daerah terpencil di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Logistik itu digunakan untuk pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember mendatang.

    Ada dua daerah yang akan sulit diakses, yaitu Kecamatan Seko dan Kecamatan Rampi. Ketua KPU Luwu Utara, Suprianto, mengatakan ada dua opsi jalur distribusi logistik ke dua daerah terpencil tersebut, yakni melalui jalur darat dan jalur udara. "Sampai sekarang, kami belum menetapkan apakah lewat jalur darat atau udara. Semuanya bergantung cuaca pada Desember nanti serta biaya," katanya saat dihubungi Tempo, Senin, 5 Oktober.

    Suprianto melanjutkan, distribusi ke Kecamatan Seko dan Kecamatan Rampi akan didahulukan ketimbang kecamatan lain.Pihaknya menargetkan seluruh distribusi logistik sudah harus sampai satu minggu sebelum pesta demokrasi berlangsung akhir tahun nanti.

    Juru bicara Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan akan terus mengawasi dan membantu tahap pesta demokrasi itu agar berjalan aman dan lancar. Menurut Barung, bila memang KPU Luwu Utara memilih jalur udara, banyak sarana yang dapat digunakan.

    Distribusi bisa menggunakan maskapai penerbangan perintis, bisa juga memakai sarana dan prasarana TNI-Polri. "Kami terus memantau perkembangan situasi dan kondisi. Soal pengiriman logistik ke Seko dan Rampi, kalau penerbangan perintis tidak bisa, akan ada maskapai lain dan TNI," ucapnya.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.