Basarnas Minta Bantuan Nelayan Cari Aviastar di Teluk Bone

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Basarnas melakukan pemantauan pencarian pesawat Aviastar di Crisis Center Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, 4 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    Tim Basarnas melakukan pemantauan pencarian pesawat Aviastar di Crisis Center Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, 4 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Makassar - Badan SAR Nasional (Basarnas) menerbitkan maklumat kepada kapal pelayaran dan nelayan di sekitar Teluk Bone untuk turut membantu operasi pencarian pesawat Aviastar. Bentuk bantuan paling tidak berupa informasi. Dengan begitu, rescue boat 302 milik Basarnas Makassar bisa segera bergerak dan menerjunkan tim penyelam. 

    "Kami sudah keluarkan maklumat itu pada H+1. Kami imbau setiap kapal pelayaran dan nelayan untuk membantu, setidaknya memberikan informasi bila melihat pesawat itu di perairan," kata Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Makassar Brigadir Jenderal TNI Ivan Ahmad di Fire Station Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Senin, 5 Oktober. 

    Ivan menerangkan, pencarian di perairan memang berfokus di Teluk Bone. Hal itu mengacu pada hasil pemetaan yang diduga ada beberapa sektor di wilayah perairan yang menjadi lokasi perlintasan pesawat berjenis Twin Otter itu. Rescue boat masih melakukan penyisiran dan belum menemukan hasil memuaskan. 

    Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandara Sultan Hasanuddin, Heri Triwibowo, mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan satelit, situasi dan kondisi di Teluk Bone cukup bersahabat. "Di sana cukup cerah dan memungkinkan untuk melakukan pencarian," ucapnya.

    Heri menambahkan, khusus proses pencarian melalui udara, pihaknya menyarankan agar dimaksimalkan sebelum pukul 13.00 Wita. Musababnya, lewat dari jam itu, terjadi peningkatan awan tebal di area pegunungan. "Itu jadi hambatan karena mengganggu jarak pandang dan penglihatan," tuturnya. 

    Pesawat Aviastar diketahui hilang kontak sekitar sebelas menit setelah take-off dari Bandara Andi Djemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Jumat , 2 Oktober, sekitar pukul 14.25 Wita. Tim SAR gabungan memulai pencarian lantaran pesawat yang membawa tujuh penumpang dan tiga kru itu tak kunjung tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sesuai jadwal pada pukul 15.39 Wita. 

    Pencarian oleh tim SAR gabungan hari ini berfokus di sembilan titik, yakni dari awal Bandara Andi Djemma, last contact, tukang senso, dan sinyal telepon terakhir awak pesawat. Titik area itu meliputi sejumlah kabupaten/kota. Di antaranya Kabupaten Tana Toraja, Kota Palopo, Kabupaten Sidrap, Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Luwu. 

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.