Kenapa DPR Desak Status Bencana Nasional Atasi Kabut Asap?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setya Novanto (tengah) bersama Agus Hermanto (kiri) dan Fadli Zon bersiap memulai rapat pimpinan DPR dengan pimpinan fraksi di ruang rapat pansus, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Setya Novanto (tengah) bersama Agus Hermanto (kiri) dan Fadli Zon bersiap memulai rapat pimpinan DPR dengan pimpinan fraksi di ruang rapat pansus, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mendesak pemerintah untuk tidak segan-segan menetapkan bencana kabut asap di Riau yang tak kunjung padam sebagai bencana nasional. Desakan itu ia lakukan setelah ia melihat ketidakseriusan pemerintah dalam menangani kabut asap tersebut.

    "Kami sangat mendorong pemerintah untuk segera menetapkan kabut asap ini menjadi bencana Nasional, sehingga bisa ditangani secara Nasional juga. Jangan malu-malu, karena saya melihat pemerintah kurang serius menangani kabut asap ini," kata Agus Hermanto di Kompleks Parlemen Senayan, Senin 5 Oktober 2015.

    Menurut Agus, ketidakseriusan pemerintah terlihat dari upaya pejabat negara yang kurang maksimal dan cenderung mencari popularitas. Karena itu dengan nada menyindir, ia meminta pemerintah untuk benar-benar serius menangani dengan terjun langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk memadamkan kabut asap tersebut.

    "Saya lihat masih banyak menteri-menteri yang blusukan sana-sini mencari popularitas. Kalau mau blusukan ya langsung saja datang ke lokasi kabut asap, koordinasi dengan aparat setempat," kata politisi Fraksi Demokrat ini.

    Menurut Agus, dengan ditetapkannya kabut asap menjadi bencana nasional, maka akan mendorong pemerintah untuk menangani kabut yang sudah menyebar ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura tersebut secara serius. Bahkan menurutnya, pemerintah tidak perlu malu lagi apabila ada negara tetangga yang ingin membantu.

    "Kabut asap ini sudah menyakiti rakyat banyak. Mengganggu kesehatan, pernafasan, apabila negara tetangga saja mau membantu, ya bagus, silakan. Jangan malu-malu untuk berkoordinasi," kata Agus.

    DESTRIANITA K


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa