Jokowi: TNI Tak Boleh Menyakiti Hati Rakyat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kedua kanan) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kiri), berjabat tangan  dengan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi (kedua kiri) dan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Ahmad Faridz Washington (kanan) dalam acara pemberian Warga Kehormatan Pasukan Khusus TNI di Cilangkap, Jakarta, 16 April 2015.  ANTARA/M Agung Rajasa

    Presiden Jokowi (kedua kanan) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kiri), berjabat tangan dengan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi (kedua kiri) dan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Ahmad Faridz Washington (kanan) dalam acara pemberian Warga Kehormatan Pasukan Khusus TNI di Cilangkap, Jakarta, 16 April 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Cilegon - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan TNI harus menegaskan jati diri sebagai tentara rakyat.

    "Sebagai tentara rakyat, TNI tidak boleh melupakan rakyat. TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat. TNI tidak boleh berjarak dengan rakyat serta harus selalu bersama-sama rakyat," ucap Jokowi membacakan amanat upacara dalam memperingati HUT TNI ke-70 di Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Provinsi Banten, Senin, 5 Oktober 2015.

    Jokowi mengatakan hanya dengan bersama-sama rakyat, TNI akan kuat dalam menjalankan tugas pengabdian pada bangsa dan negara. Serta bersama-sama rakyat, TNI menjadi kekuatan militer yang hebat, kekuatan militer yang disegani, serta kekuatan diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

    Jokowi, mewakili negara dan pimpinan pemerintahan, mengucapkan selamat hari ulang tahun kepada segenap anggota dan keluarga besar Tentara Nasional Indonesia di mana pun berada dan bertugas.

    Secara khusus, Jokowi juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada anggota TNI yang bertugas di daerah pedalaman, perbatasan, dan wilayah terpencil. Juga kepada anggota TNI di pulau-pulau terdepan dan yang bertugas di luar negeri sebagai Pasukan Pemelihara Perdamaian.

    "Serta para prajurit TNI yang saat ini bahu-membahu memadamkan api kebakaran hutan dan lahan. Saudara-saudara telah dan sedang melaksanakan tugas yang mulia, terhormat, dan membanggakan bagi bangsa dan negara serta dunia internasional," ucap Jokowi.

    Jokowi membayangkan dalam lima tahun mendatang pembangunan kekuatan pertahanan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kekuatan pertahanan minimun dalam pertahanan negara Tri Matra terpadu, tetapi juga ditujukan untuk memperkuat jati diri sebagai negara maritim dengan membangun TNI sebagai kekuatan maritim regional yang disegani di kawasan Asia Timur.

    "Dengan berbagai upaya itu, kita berharap agar TNI lebih siap dalam menghadapi corak peperangan masa depan di tengah kondisi geografis khas negeri kita, sebagai negara maritim," ujarnya.

    Presiden Jokowi juga menginginkan adanya modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.