Alissa Wahid Wakili Indonesia di Global Women's Leadership  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alissa Qotrunnada Munawaroh alias Alissa Wahid, bersama Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Alissa Qotrunnada Munawaroh alias Alissa Wahid, bersama Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Nasional Gerakan GusDurian Indonesia Alissa Wahid terpilih untuk mewakili perempuan Indonesia dalam Global Women’s Leadership 2015 dari Esienhower Fellowships. Putri Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid, ini ditunjuk bersama 24 perwakilan pemimpin perempuan dari seluruh dunia.

    Eisenhower Fellowships adalah lembaga yang didedikasikan untuk Presiden Amerika Serikat Jenderal Ike Eisenhower, tokoh kepemimpinan yang dikenal dunia. “Saya terpilih bersama 24 perempuan dari seluruh dunia dari berbagai sektor,” katanya kepada Tempo, Minggu, 4 Oktober 2015. Saat ini, Alissa mengaku sedang berada di Amerika Serikat untuk program beasiswa pembinaan kepemimpinan.

    Perempuan bernama lengkap Alissa Qotrunnada Munawaroh ini melihat sebagian besar perempuan yang terpilih berasal dari berbagai sektor dan beragam latar belakang. Di antaranya, insinyur perminyakan perempuan dari Arab Saudi, peneliti dari Yordania, Libanon, Romania, Inggris, dan sejumlah negara di Amerika Selatan.

    Rencananya, selama beberapa bulan ke depan, Alissa akan mendapat gemblengan untuk mengimplementasikan program-programnya di Indonesia. “Nanti sampai November berada di Amerika Serikat,” tuturnya melalui aplikasi WhatsApp.

    Seperti diketahui, Alissa adalah aktivis multikultural di Indonesia. Seperti ayahnya, Alissa dikenal sebagai sosok yang humanis dan menjadi pelindung bagi kaum minoritas di Indonesia. Meski dia sendiri berasal dari kalangan mayoritas Nahdlatul Ulama, Alissa menjadi pribadi yang menghargai pluralisme Tanah Air.

    “Saya, sih, pengin belajar tentang multikulturalisme dan demokrasi,” ujarnya rendah hati. Dia berharap bisa bertemu dengan para minoritas muslim di Amerika Serikat untuk belajar lebih banyak dari mereka bagaimana menjalani hidup sebagai minoritas. “Termasuk tentang leadership itu sendiri.”

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.