Wapres: Siswa Indonesia Mampu Bersaing Dengan Siswa Asing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengatakan, potensi terbaik siswa Indonesia ternyata tidak kalah dibandingkan dengan siswa dari negara Eropa. Ini dibuktikan dengan kemenangan kontingen siswa sekolah menengah pertama Indonesia dalam lomba International Junior Science Olympiad (IJSO) II di Yogyakarta.Anggota kontingen tersebut merupakan hasil saringan dari 33 propinsi, yang dilakukan secara ketat. "Ini merupakan hasil tes dari bawah," kata Kalla saat menjamu 12 anggota kontingen--yang semuanya meraih medali dari emas hingga perunggu--di kediaman resminya Jl Diponegoro.Kalla mengatakan, para pemenang ini pantas menjadi idola para Indonesian Idol. Menurutnya, hasil yang membanggakan ini merupakan wujud keseriusan siswa, sekolah dan para orang tua terhadap pendidikan. "Sekolah juga harus diberi penghargaan," kata Kalla kepada Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo.Kalla mengatakan, kemajuan ekonomi Indonesia--seperti negara lain--ditentukan oleh perkembangan ilmu pengetahuan. Dan sekolah berperan penting dalam mengembangkan ilmu pengetahuan itu. Pemerintah, lanjut dia, berketetapan akan memfokuskan perhatiannya dan alokasi anggaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. "Kita akan angkat terus status para guru bantu," kata dia.Ia meminta pers untuk memberikan perhatian lebih kepada para siswa berprestasi ini, dibandingkan dengan perhatian kepada peserta kontes menyanyi di beberapa stasiun televisi.Tim Indonesia memenangkan tempat pertama dengan enam medali emas, empat perak dan dua perunggu. Keenam medali emas diperoleh Arie Prasetyo, David Halim, M Firmansyah Kasim, Fernaldo Richtia Winnerdy, Winson, dan Yosua Michael Maranatha. Untuk Yosua dari SMP Stella Duce Yogyakarta, ia juga mendapat penghargaan pemenang utama (absolute winner) dan jago teori (the best theory).Sedangkan Firmansyah merupakan siswa SMP Islam Athira Makassar, sekolah yang didirikan oleh wakil presiden untuk menghormati orang tuanya, dengan menggunakan nama ibunya. "Saya sempat menjadi ketua yayasannya," kata Kalla yang sekarang meneruskannya kepada salah seorang anaknya.Bambang Sudibyo dalam kesempatan ini mengatakan, kemenangan berturut-turut tim Indonesia dalam pelaksanaan IJSO I dan II ini menunjukkan potensi pendidikan yang menjanjikan. "Betul-betul sangat membanggakan di tengah situasi masyarakat yang terus menerus mengejek prestasi pendidikan kita," kata dia.Ketua Tim Seleksi Olimpiade Sains Indoneia Yohanes Surya mengatakan, pemerintah perlu menambah perhatian kepada guru-guru sekolah di daerah sehingga semakin banyak muncul siswa-siswa brilian dari seluruh daerah. Kedepan, kata dia, para pemenang ini akan diikutkan dalam olimpiade sains tingkat sekolah menengah pertama.Baik Yosua maupun Firmansyah terlihat malu-malu ketika diwawancarai. Mereka mengaku senang dengan prestasi yang diperolehnya dan berharap bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri.Bambang menambahkan, IJSO ini merupakan kreasi Indonesia. Sejak pelaksanaannya yang kedua ini, sudah sebelas negara antri untuk menjadi penyelenggaranya. Untuk tahun depan, Brasil kebagian menjadi tuan rumah. IJSO yang berlangsung di Yogyakarta ini diikuti oleh 34 negara dengan mempertandingkan pengetahuan dibidang fisikan, biologi dan kimia, seperti Inggris, Rusia, Taiwan dan India.Acara yang berlangsung dalam suasana rileks ini juga dihadiri ibu Mufidah Jusuf Kalla. Seusai perkenalan, acara dialog dilanjutkan dengan makan malam. Budiriza - Tempo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.