Lagi, Seluruh Penerbangan di Pekanbaru Batal Akibat Asap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Landasan pacu tidak beroperasi akibat diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Pemerintah Riau akhirnya meningkatkan status darurat asap menyusul kian pekatnya kabut asap mengepung daerah itu. ANTARA/Rony Muharrman

    Landasan pacu tidak beroperasi akibat diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Pemerintah Riau akhirnya meningkatkan status darurat asap menyusul kian pekatnya kabut asap mengepung daerah itu. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Seluruh jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru batal akibat gangguan asap. Jarak pandang pagi hingga malam hari jauh di bawah batas ambang penerbangan. "Jarak pandang hingga malam hanya 600 meter," kata Duty Manajer Bandara SSK II Pekanbaru Hasnan, Minggu malam, 4 Oktober 2015.

    Menurut Hasnan, sebanyak 68 jadwal penerbangan baik kedatangan maupun keberangkatan batal terbang lantaran landasan pacu tertutup asap. Akibatnya, 8.000 penumpang terlantar tidak dapat berangkat. "Cuaca sangat buruk akibat gangguan asap," ucap dia.

    Hasnan mengatakan, kabut asap yang mengepung bandara membuat jadwal penerbangan tidak menentu. Akibatnya, pihak maskapai terpaksa mengembalikan tiket penumpang. Ada juga yang menjadwalkan ulang. "24 flight telah membatalkan dari hari Senin lalu," ujar Hasnan.

    Satelit Tera dan Aqua memantau lonjakan titik panas di Sumatera mencapai 1.199. Jumlah tersebut meningkat drastis dari hari sebelumnya 111 titik. Kepala Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Sugarin, mengatakan Sumatera Selatan masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak, yakni mencapai 1.045 titik. "Titik panas terpantau pukul 05.00 pagi," kata Sugarin.

    Kabut asap pekat sisa kebakaran hutan dan lahan mengepung wilayah Riau. Jarak pandang di beberapa wilayah menurun, seperti Pekanbaru hanya 300 meter, Rengat 100 meter, Dumai 300 meter, dan Pelalawan 100 meter.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.