70 Tahun TNI Masih Banyak Prajurit Nakal, Panglima Minta Maaf ke Rakyat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) memberikan pengarahan kepada prajurit TNI saat upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 September 2015. Kualitas udara di Sumatera Selatan memburuk hingga masuk dalam kategori berbahaya. ANTARA/M Agung Rajasa

    Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) memberikan pengarahan kepada prajurit TNI saat upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 September 2015. Kualitas udara di Sumatera Selatan memburuk hingga masuk dalam kategori berbahaya. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta -– Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas masih banyaknya perbuatan prajuritnya yang masih nakal dan melanggar aturan. Panglima bertekad, di usia TNI ke 70 tahun, ia akan menjadikan TNI kembali bersama rakyat. “Saya mengucapkan dengan hati yang tulus, permintaan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia,” ucap Gatot di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu 4 Oktober 2015.

    Gatot mengatakan, dirinya menyadari bahwa masih ada oknum TNI yang tega menyakiti hati rakyat. “Membuat hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan,” ujar Gatot

    Ulang Tahun TNI Diperingati hari ini, 5 Oktober 2015. Panglima TNI sengaja memilih perayaan berpusat di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Provinsi Banten. Acara ini mengangkat tema "Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian". Acara terdiri dari upacara parade dan defile, yakni upacara baris-berbaris.

    Lalu dilanjutkan dengan demonstrasi prajurit TNI, dengan mengarahkan ribuan anggota TNI dan ratusan alat utama sistem persenjataan atau alutsista. Di antaranya, pesawat tempur, kapal tempur, dan kapal selam.

    Dalam upacara nanti, Panglima Kostrad, Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi akan menjadi komandan upacara. Sedangkan Presiden Joko Widodo menjadi instruktur upacara.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.