Pesawat Aviastar Hilang, Tiga Titik Ini Jadi Fokus Pencarian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Basarnas dan prajurit TNI AD bersiap melakukan persiapan pencarian pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM dengan helikopter TNI di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    Tim Basarnas dan prajurit TNI AD bersiap melakukan persiapan pencarian pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM dengan helikopter TNI di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Makassar - Tim gabungan SAR, TNI Angkatan Udara dan Kepolisian terus melakukan pencarian pada tiga titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya pesawat Aviastar DHC6-PK BRM. Hari ini merupakan hari ketiga pencarian pesawat dengan penerbangan rute Masamba - Makassar yang hilang sejak Jumat 2 Oktober 2015.

    Menurut Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FH Bambang Sulistyo, tim akan menyisir di wilayah perairan Teluk Bone menggunakan Pesawat Aviastar DHC6-PK BRS.

    "Fokus pencarian pesawat Aviastar yang hilang kontak akan difokuskan di wilayah laut, di tiga sektor wilayah Bua ke arah selatan sampai Siwa, Teluk Bone di Kabupaten Wajo,"ujar Soelistyo, Ahad malam 4 Oktober 2015.

    Pesawat Aviastar PK-BRS mengangkut sebanyak 17 orang tim gabungan Basarnas yang akan melakukan pencarian di titik sektor 7,8,9 yang meliputi wilayah laut, teluk Bone dan Siwa. Rencananya, penyisiran akan dimulai pukul 06.51 wita, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan sebanyak 4 orang tim dari Basarnas akan melakukan penyelaman di bawa laut teluk Kabupaten Bone dan Kabupaten Siwa hari ini.

    Meski pencarian fokus di laut, penyisiran di wilayah darat tetap dilakukan. Tim SAR gabungan dengan 259 personel mereka akan memastikan dugaan pesawat itu jatuh di sektor 1, 2, 5 dan 6, melingkupi Enrekang, Toraja, Sidrap dan Luwu. Apalagi setelah ada laporan bahwa ada anak yang melihat pesawat terbang rendah di wilayah Enrekang. Hingga saat ini, tim sedang mengecek di lokasi.

    Pencarian di darat juga akan dibantu dengan pemantauan udara menggunakan helikopter. Helikopter milik Basarnas yang didatangkan dari Batam, Berjenis As365 N3+ HR 3602 milik Basarnas di bawah kendali Pilot Mayor Laut (pelaut) Chandra Budiarjo, co pilot Kapten Laut (Pelaut) Hariyanto.

    BADAUNI A.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.