TRAGEDI MINA: 2 Jemaah Haji Lamongan Dipastikan Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan dari ribuan umat muslim berjalan menuju tempat untuk melemparkan batu sebagai simbol mengusir setan dalam ritual Jumrah di Mina, Arab Saudi, 24 September 2015. AP/Mosa'ab Elshamy

    Ratusan dari ribuan umat muslim berjalan menuju tempat untuk melemparkan batu sebagai simbol mengusir setan dalam ritual Jumrah di Mina, Arab Saudi, 24 September 2015. AP/Mosa'ab Elshamy

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua dari empat jemaah haji asal Lamongan, Jawa Timur, dipastikan meninggal, setelah ada kabar dari Pusat Informasi Haji dari Departemen Agama RI di Mekkah.
    Kini, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Lamongan masih menunggu dua jemaah lagi yang hilang pasca tragedi Mina, Kamis, 24 September 2015 lalu.

    Dua jemaah haji meninggal, atas nama Mas Syafi’i Bin Samijo dan Rukmini Binti Sanusi, asal Dusun Guyangan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugiyo, Lamongan. Kepastian meninggalnya jemaah pasangan suami istri itu, setelah pihak keluarga menerima kabar dari Pusat Informasi Haji Departemen Agama di Mekkah. Kabar diterima Bambang Eko, anaknya, lewat telepon.

    “Ya, sudah ada kepastikan, dua korban meninggal,” ujar juru bicara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Sugeng Widodo kepada Tempo, Minggu, 4 September 2015.

    Sugeng menjelaskan pihak keluarga, yaitu Bambang Eko, mendapat kabar dari Arif, perwakilan jemaah haji dari Lamongan, jenasah orang tuanya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal.

    Sedangkan dua orang jemaah lagi, atas nama Juri Ama Bin Makri dan Wati Binti Ibrohim, juga pasangan suami istri asal Desa Sumberadji Kecamatan Sukodadi, Lamongan, hingga kini belum ada kepastian.

    KBIH Lamongan dan keluarga aktif menjalin kontak dengan wakil rombongan jemaah haji di Makkah. Mulai dari identifikasi korban, juga foto-foto daftar korban meninggal.

    Menurut Sugeng, Pemerintah Kabupaten Lamongan menyampaikan bela sungkawa atas korban meninggal. Pemerintah Lamongan dan Kantor Kementerian Agama di kabupaten ini juga akan terus melakukan kontak informasi.”Terus kami pantau informasinya,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Kabupaten Lamongan cemas atas empat jemaahnya yang hilang kontak sejak Kamis 24 September hingga 1 Oktober 2015. “Ya, sudah hilang kontak,” ujar Kepala Seksi Haji dan Umroh Kementerian Agama Lamongan, Sunhaji, kepada Tempo.

    Mereka berempat tergabung di kelompok terbang 28 yang merupakan gabungan dari jemaah asal Lamongan, Surabaya, dan Mojokerto. Sedangkan jumlah jemaah haji asal Lamongan total ada 1.409 orang yang berangkat ke Mekkah. Selain lewat kelompok terbang (kloter) 28 juga 29, 30, dan 31, ketiganya kloter mandiri semua dari Lamongan.

    Sedangkan empat jemaah haji asal Lamongan yang meninggal karena sakit adalah Suparman asal Kecamatan Sukodadi dan Tuni Gabus asal Kecamatan Turi masuk di kloter 30. Juga Supriyadi asal Kecamatan Sambeng di kloter 31 dan Siti Tasmuah asal Kecamatan Kedungpring di kloter 29. Korban sudah dimakamkan di Mekkah.

    SUJATMIKO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.