Di Ulang Tahun TNI 2015, Dua Hal Ini yang Membuat Berbeda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) memberikan pengarahan kepada prajurit TNI saat upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 September 2015. Kualitas udara di Sumatera Selatan memburuk hingga masuk dalam kategori berbahaya. ANTARA/M Agung Rajasa

    Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) memberikan pengarahan kepada prajurit TNI saat upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 September 2015. Kualitas udara di Sumatera Selatan memburuk hingga masuk dalam kategori berbahaya. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengharapkan masyarakat menyaksikan rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 70 akan diisi dengan Upacara Parade dan Defile, di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Provinsi Banten, Senin 5 Oktober 2015. Alasannya, TNI akan menyajikan dua hal yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

    Gatot menambahkan pada peringatan itu, TNI akan menunjukan kehebatannya. Pertama kalinya, kata Gatot, TNI akan mendemonstrasikan pertempuran Angkatan Udara dan Angkatan Laut. "Ini sesuai dengan kebijakan Presiden, yaitu Indonesia sebagai poros maritim dunia," ujar Gatot Nurmantyo dalan jumpa pers di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu 4 Oktober 2015. (Lihat video Jejak CIA dalam Tragedi G30S 1965, Ini Dia Fakta Penyiksaan Jenderal Saat G30S, Disebut Berbahaya, Inilah Fakta Lagu Genjer-Genjer)

    Nantinya, Panglima Kostrad, Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi akan menjadi komandan upacara. Sedangkan, Presiden Joko Widodo menjadi instruktur upacara. "Upacara juga akan dilaksanakan di seluruh daerah. Gubernur tiap-tiap provinsi akan memimpin upacara dan membacakan amanat Presiden," kata Gatot.

    TNI akan melibatkan 5.540 personelnya. Mereka terdiri dari 269 pasukan dari Batalyon Gabungan Perwira Menengah TNI dan 809 personel untuk Brigade Upacara I Gabungan TNI. Jumlah ini terdiri dari Polisi Militer TNI, Wanita TNI, dan Akademi TNI. Lalu, 809 prajurit untuk Brigade Upacara II TNI Angkatan Darat, berasal dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan dua Batalyon Kostrad. Berikutnya, ada 809 personel TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri 300 Raider, Batalyon 312 Kala Hitam, dan Batalyon 201 Jaya Yudha.

    TNI Angkatan Laut mengerahkan 809 orang prajurit dari Batalyon Bintara, Batalyon Tamtama Pelaut, dan Marinir. Sementara dari Angkatan Udara, juga membawa 809 prajurit dari Air Cru, Bintara dan Tamtama Angkatan Udara, serta Pasukan Khas.

    Batalyon upacara juga terdiri dari gabungan PNS Angkatan Darat, Laut, dan Udara sebanyak 269 anggota. Lalu 300 personel dari Batalyon Upacara Balacad (Bantuan Langsung Cadangan TNI Angkatan Darat) Kodam III Siliwangi. Ada pula 333 personel drum band gabungan Taruna dan Taruni Akademi TNI, 284 personel dari Korp Musik gabungan TNI, serta dan 40 anggota Panji-Panji Gabungan TNI.

    REZKI ALVIONITASARI

    Baca juga:
    TNI  & G30 September 1965: Inilah 5 indikasi Keterlibatan Amerika!
    Omar Dani: CIA Terlibat G30S 1965 dan Soeharto yang Dipakai

    Video Terkait:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.