Hujan Lokal Iringi 71 Titik Panas di Kalimantan Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bekas kebakaran lahan di desa Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 23 September 2015. Selain meninjau lokasi titik api (hotspot), Jokowi juga akan melaksanakan ibadah salat Idul Adha di Masjid Al Karomah Martapura. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bekas kebakaran lahan di desa Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 23 September 2015. Selain meninjau lokasi titik api (hotspot), Jokowi juga akan melaksanakan ibadah salat Idul Adha di Masjid Al Karomah Martapura. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    TEMPO.CO, Banjarbaru - Satelit Terra dan Aqua mencatat, 71 titik api tersebar di Kalimantan Selatan, yakni 25 titik api di Kabupaten Barito Kuala, 14 titik api di Kotabaru, dan 7 titik api di Kabupaten Banjar. Sementara itu, kelembapan udara tercatat 75 persen, tekanan udara 1.014 milibar, kecepatan angin 2 knot, dan tinggi gelombang di perairan selatan Kalimantan 2-3 meter.

    “Tidak ada penundaan keberangkatan pesawat di Bandara Syamsudin Noor. Hari ini lancar,” ujar prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Rezky Yunita, Minggu, 4 Oktober 2015.

    BMKG Bandara Syamsudin Noor memprediksi hujan lokal skala ringan dengan curah hujan 0,1 milimeter per hari bakal mengguyur dalam dua hari ke depan.

    Hujan lokal ini, ucap Rezky, dipicu pertemuan angin di bagian barat Kalimantan Selatan akibat pengaruh tidak langsung siklon tropis mujigae bertekanan 965 haktopaskal di perairan timur Vietnam atau Laut Cina Selatan.

    Rezky menuturkan hujan lokal sedikit membantu upaya pemadaman titik api, asalkan jatuh di wilayah hotspot. Pada Sabtu sore, 3 Oktober 2015, ujar Rezky, Kabupaten Barito Kuala dan Kota Banjarmasin mulai diguyur hujan dengan curah hujan di bawah 0,1 milimeter.

    “Tapi belum terukur karena sebagian titik saja dan sebentar. Di Banjarbaru, hanya gerimis,” katanya.

    Menurut dia, wilayah yang berpotensi diguyur hujan lokal dalam dua hari ke depan adalah Kabupaten Barito Kuala, Kotabaru, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru. “Hujan ringan biasanya turun sore hingga malam hari, tapi cuma dalam radius terbatas,” ucapnya.

    Rezky memprediksi, musim hujan di Kalimantan Selatan dimulai pada dasarian pertama November 2015. Dasarian pertama dihitung sejak sepuluh hari pertama setiap awal bulan.

    Saat itu, ujar dia, curah hujan bisa lebih dari 50 milimeter per sepuluh hari, diikuti dua dasarian berikutnya. “Jadi pada bulan November saja, curah hujan bisa 150 milimeter dalam sebulan. Nah, ini bisa dikatakan masuk musim penghujan,” tuturnya.

    DIANANTA P. SUMEDI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.