Pesawat Aviastar Hilang Kontak, Tim SAR Sisir Pegunungan dan Pantai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota TNI dan Badan SAR Nasional mendapatkan pengarahan sebelum menuju titik pencarian Aviastar di Landasan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, 3 Oktober 2015. Tim Basarnas belum menemukan titik koordinat jatuhnya pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM yang hilang kontak. TEMPO/Iqbal lubis

    Sejumlah anggota TNI dan Badan SAR Nasional mendapatkan pengarahan sebelum menuju titik pencarian Aviastar di Landasan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, 3 Oktober 2015. Tim Basarnas belum menemukan titik koordinat jatuhnya pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM yang hilang kontak. TEMPO/Iqbal lubis

    TEMPO.CO , Makassar -: Tim SAR gabungan melakukan segala upaya untuk mencari pesawat Aviastar rute Masamba-Makassar yang dilaporkan hilang kontak. Selain menyisir  melalui udara menggunakan helikopter, pencarian juga dilakukan  di darat dan laut dengan cara menyisir pegunungan dan pantai yang dilintasi pesawat Twin Otter DHC-6 itu. Sayangnya, usaha tim pencari belum berbuah hasil sampai hari kedua hilangnya pesawat.

    Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan pencarian di laut dilakukan dengan mengerahkan aparat Polres Palopo dibantu tim SAR BPBD Palopo. Tim pencari itu menyisir Teluk Bone, tepatnya sepanjang pantai Palopo sampai batas pantai Luwu. "Tadi dilakukan sampai magrib. Hasilnya, masih nihil. Kami masih akan terus melakukan pencarian," kata Barung, Sabtu, 3 Oktober.

    Adapun, pencarian di darat bertolak pada informasi sinyal terakhir dari telepon awak pesawat Aviastar. Berdasarkan data kepolisian, sinyal telepon  kru pesawat terdeteksi di sekitaran Luwu. Di antaranya, sinyal telepon Iriafriadi (pilot) terlacak di Jalan Pendidikan, Desa Lempopacci, Kecamatan Suli; sinyal telepon Yudhistira (co-pilot) terlacak di Desa Lengkong, Kecamatan Bua dan sinyal telepon Soekris Winarto terlacak di Desa Cilalang.

    Menurut Barung,  pencarian pesawat Aviastar memang mesti menggunakan teknologi intelijen maupun secara konvensional. Informasi ihwal sinyal terakhir dari telepon awak kapal juga disinkronkan dengan informasi intelijen di lapangan mengacu keterangan para warga yang kemungkinan melihat pesawat yang hilang itu. Diakuinya, ada beberapa informasi yang sementara coba dicek kebenarannya di sekitaran Luwu.

    Informasi yang dimaksud itu, di antaranya adanya warga yang melihat pesawat mirip Aviastar terbang rendah di daerah Bukit Harapan, Kecamatan Bua. Selain itu, ada pula warga yang menyebut menyaksikan pemandangan serupa di Desa Tampa, Kecamatan Ponrang. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di daerah-daerah yang disebutkannya itu dan sampai sekarang belum selesai. "Besok akan dilanjutkan," kata Barung.

    Selain itu, Barung mengatakan juga ada informasi dari warga yang melihat pesawat Aviastar itu terbang rendah di sekitar kaki Gunung Latimojong. Khusus informasi itu, pihaknya bersama Basarnas, TNI dan Pemerintah daerah berencana mengeceknya, Minggu, 4 Oktober. Saat ini, tidak memungkinkan bergerak ke arah Gunung Latimojong.

    Menurut Barung, ada  lima warga  yang melihat  pesawat terbang rendah dengan suara mesin yang berbeda ke arah Latimojong. Tim pencari kemungkinan besok pagi akan bergeser ke lokasi tersebut. "Tidak bisa langsung sekarang karena sudah gelap dan untuk mencapai lokasi itu sekitar 12 jam perjalanan jalan kaki," ucapnya.

    Pesawat Aviastar diketahui hilang kontak sekitar 11 menit setelah take-off dari Bandara Andi Djemma, Jumat , 2 Oktober, sekitar pukul 14.25 Wita. Tim SAR gabungan memulai pencarian lantaran pesawat yang membawa 7 penumpang dan 3 kru itu tak kunjung tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sesuai jadwal pada pukul 15.39 Wita. Sebelumnya dinyatakan hilang, pilot pesawat itu sempat dua kali menghubungi menara kontrol alias ATC di Makassar.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.