Keluarga Teknisi Aviastar Berharap Ada Mukjizat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban menunjukkan foto Nurul Fatimah, salah satu penumpang pesawat Aviastar yang hilang kotak dalam perjalanan dari Luwu ke Makassar, 2 Oktober 2015. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    Keluarga korban menunjukkan foto Nurul Fatimah, salah satu penumpang pesawat Aviastar yang hilang kotak dalam perjalanan dari Luwu ke Makassar, 2 Oktober 2015. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Keluarga Soekris Winarto, 43 tahun, teknisi pesawat Aviastar--yang dikabarkan hilang kontak di wilayah Masamba, Sulawesi Selatan, berharap ada mukjizat. Keluarga berharap pesawat yang ditumpangi salah satu anggota keluarganya tersebut mendarat dengan selamat.

    "Sampai saat ini keluarga masih berpikir positif. Berharap ada mukjizat, pesawat mendarat darurat entah di mana," kata adik Winarto, Soekris Trihartono, 41 tahun, di kediaman rumah Winarto, Perum Citra Taman Sari Q3/04, Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu, 23 Oktober 2015.

    Trihartono mengaku keluarga mendapat kabar dari pihak Aviastar kemarin sore sekitar pukul 17.00 bahwa pesawat yang ditumpangi kakaknya itu hilang kontak. "Aviastar mengabarkan lost contact sepuluh menit menjelang landing. Sampai saat ini belum mendapatkan informasi akurat," ujarnya.

    Menurut Trihartono, keluarga—baik istri maupun anak Wuinarto, Yustin dan Briyan—sebelumnya tidak merasa ada firasat buruk. "Tidak ada firasat. Sebelumnya memang informasi pesawat yang ditumpangi kakak saya itu kondisi dan cuacanya dalam keadaan bagus," ujar anggota kepolisian yang mengaku bertugas di Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya itu.

    Pesawat Aviastar rute Masamba-Makasar hilang kontak sejak Jumat siang, 2 Oktober 2015. Pesawat Aviastar membawa tujuh penumpang, terdiri atas lima penumpang dan dua balita. Sedangkan kru pesawat berjumlah tiga orang, yakni pilot, kopilot, dan teknisi.

    Pesawat Twin Otter DHC6 berkapasitas 18 penumpang ini hilang setelah lepas landas dari Bandar Udara Andi Jemma pada pukul 14.25 Wita. Pukul 14.33 Wita, pilot melakukan kontak terakhir dengan petugas di darat dan hilang. Seharusnya pesawat mendarat di Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 15.39 Wita.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.