Aviastar, Camat Bastem Utara: Warga Mendengar Suara Ledakan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban memperlihatkan foto Nurul Fatimah (26) bersama dua anaknya Rayya Adawiyah (3) dan Muhammad Rafli Afif (1,5 tahun) di Makassar, Sulawesi Selatan, 2 Oktober 2015. Nurul Fatimah bersama kedua anaknya merupakan penumpang pesawat yang Aviastar hilang kontak. ANTARA/Yusran Uccang

    Keluarga korban memperlihatkan foto Nurul Fatimah (26) bersama dua anaknya Rayya Adawiyah (3) dan Muhammad Rafli Afif (1,5 tahun) di Makassar, Sulawesi Selatan, 2 Oktober 2015. Nurul Fatimah bersama kedua anaknya merupakan penumpang pesawat yang Aviastar hilang kontak. ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Belopa - Kepala Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu, Naser, menerima laporan dari warganya, Jamal, yang mendengar suara ledakan di pegunungan Buntu Lakka, Desa Mappetajang, Kecamatan Bastem Utara, Jumat, 2 Oktober 2015.

    "Informasi dari warga langsung kami teruskan ke anggota TNI. Kami juga meminta warga di desa itu untuk menelusuri suara ledakan tersebut," kata Naser, Sabtu, 3 Oktober 2015.

    Suara ledakan itu, kata Naser, diduga pesawat Aviastar. Namun belum dapat dipastikan sebelum ada data pendukung yang benar-benar akurat. Sebab, sampai siang ini, belum ada temuan dari warga.

    "Tetap kami tindak lanjuti dan masih menunggu hasil pencarian dari warga dan anggota TNI/Polri yang sudah bergerak menuju lokasi," ujar Naser.

    Komandan Rayon Militer Wara, Kapten CBA, Marten Luther, mengatakan personel TNI dan Polri sedang bergerak ke Kecamatan Bastem, Bua, dan Bastem Utara. Marten menambahkan, pihaknya juga memperoleh informasi dari warga Kecamatan Bua bahwa mereka mendengar suara pesawat melintas, Jumat sore, 2 Oktober 2015.

    "Sehingga dugaan pesawat Aviastar jatuh di pegunungan Bastem Utara bisa benar. Hanya, belum dapat kita simpulkan jika belum akurat. Pak Dandim dan jajaran diperkirakan sudah tiba di lokasi," tuturnya.

    HASWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.