Salah Seorang Korban Aviastar, M. Natsir Dikenal Humoris dan Baik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aviastar

    Aviastar

    TEMPO.CO, Maros - Salah seorang korban hilangnya pesawat Aviastar, M. Natsir, 56 tahun, di kalangan keluarganya dikenal sebagai lelaki yang humoris dan baik. “Mertua saya itu orangnya humoris dan baik,” kata menantu Natsir, Juli Prianto, kepada Tempo, Sabtu, 3 Oktober 2015.

    Menurut Juli, Natsir yang menjabat Kepala Bandara Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, itu menumpang pesawat Aviastar jenis Twin Otter DHC-6-300, menuju Makassar.

    Juli mengatakan mertuanya itu akan melanjutkan penerbangan ke Jakarta untuk keperluan dinas. “Tiket untuk ke Jakarta pun sudah ada," ujarnya saat ditemui di kediaman M. Natasir di kompleks perumahan Dinas Perhubungan, kawasan Mandai, Kabupaten Maros, tepatnya di Jalan Merpati H6 Nomor 22.

    Juli mengatakan dia dan keluarga mengetahui informasi hilangnya pesawat Aviastar Jumat, 2 Oktober 2015. Juli dan keluarga sudah berusaha menghubungi Natsir melalui telepon selulernya, tapi tidak aktif. “Kami berharap ada kabar yang baik dan mertua saya dalam keadaan selamat,” ucapnya.

    Juli mengatakan Natsir merupakan warga asli Kabupaten Maros. Sejak lama sudah menetap di kompleks Perhubungan Mandai, walaupun sempat lama di Kabupaten Selayar dan Makassar karena tugas. "Jika ke Makassar, pasti ke perumahan ini, karena di sini tinggal bersama mertua perempuan saya," tutur Juli.

    Juli ditemui Tempo setelah baru tiba dari Makassar pukul 04.00 Wita. Juli berangkat dari Mamuju, Sulawesi Barat, bersama anak dan istrinya, Marlina, yang merupakan anak tertua Natsir.

    Sementara itu, istri Natsir, Tumina, tampak bersedih. Bersama seluruh keluarga Natsir, terus memantau perkembangan tentang informasi pesawat Aviastar.

    Pesawat berjenis twin otter itu diketahui hilang kontak sekitar sebelas menit setelah take-off dari Bandara Andi Jemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Jumat, 2 Oktober 2015, pukul 14.25 Wita.

    Pesawat yang dipiloti oleh Iriafriadi itu dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pukul 15.39 Wita. Sebelumnya dinyatakan hilang, pilot sempat dua kali menghubungi menara kontrol alias ATC di Makassar.

    BADAUNI A.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.