Pembunuhan Salim Kancil, Polisi Lumajang Diduga Terima Suap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis Solidaritas Untuk Salim Kancil dan Tosan melakukan aksi teatrikal di depan Istana Merdeka, Jakarta, 1 Oktober 2015. Aksi solidaritas ini sebagai salah satu bentuk solidaritas terhadap perjuangan warga. TEMPO/Subekti

    Sejumlah aktivis Solidaritas Untuk Salim Kancil dan Tosan melakukan aksi teatrikal di depan Istana Merdeka, Jakarta, 1 Oktober 2015. Aksi solidaritas ini sebagai salah satu bentuk solidaritas terhadap perjuangan warga. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Lumajang - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Anton Setiadji mengatakan dua oknum anggota kepolisian Lumajang diduga menerima suap terkait dengan penambangan ilegal di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Tambang ilegal itu ditolak sejumlah warga dan aktivis lingkungan. Seorang petani bernama Salim Kancil, 52 tahun, terbunuh karena memprotes penambangan ilegal itu.

    Dua anggota kepolisian Lumajang yang menerima suap itu adalah anggota Polsek Pasirian dan Polres Lumajang. Menurut Anton, pihaknya masih melakukan analisis sejauh mana keterlibatan dua orang anggota kepolisian Lumajang itu. "Masih harus kami buktikan dulu," katanya di Lumajang, Jumat sore, 2 Oktober 2015. (Lihat video Pembunuhan Salim Kancil, Dari ABG Sampai Kepala Desa Jadi Tersangka, Sebelum Tewas, Salim Kancil Sempat Mengadu Ke Polres. Aparat lalai?)

    Menurut Anton, pihaknya akan mencari pihak lain yang mungkin ikut menikmati uang suap tambang ilegal itu. "Ke mana saja (alirannya)," ujar dia. Jika nanti diperlukan tidak tertutup kemungkinan mantan Kapolres Lumajang juga akan diperiksa. "Ada kompromi, ada saling pengertian, uang rokok, dan segala macam. Masih didalami."

    Bila nanti ada anggota polisi yang terbukti menerima suap, Anton berjanji mereka akan mendapatkan sanksi. "Kalau menyangkut pidana ya dipidana," katanya.

    Penolakan warga terhadap tambang ilegal di Desa Selok Awar-awar berujung tragis. Sekelompok orang membunuh Salim Kancil pada Sabtu, 26 September 2015. Tidak hanya itu, mereka juga menganiaya Tosan, rekan Salim, hingga luka parah dan saat ini masih dirawat di rumah sakit.

    Polisi telah menetapkan Kepala Desa Selok Awar-awar, Hariyono, sebagai tersangka. Selain itu polisi juga telah menangkap belasan orang lain yang diduga ikut terlibat.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Baca juga:
    Kisah Salim Kancil Disetrum, Tak Juga Tewas: Inilah 3  Keanehan  
    EKSKLUSIF G30S 1965: Begini Pengakuan Penyergap Ketua CC PKI Aidit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.