Polri Kirim Tim DVI dan Inafis ke Saudi Malam Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis keluar dari kamar jenazah tempat mengindentifikasi korban jatuhnya pesawat AirAsia 8501 oleh Unit Disaster Victim Identification atau DVI Kepolisian Daerah Jawa Timur, di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, 1 januari 2014.  (AP Photo/Trisnadi)

    Petugas medis keluar dari kamar jenazah tempat mengindentifikasi korban jatuhnya pesawat AirAsia 8501 oleh Unit Disaster Victim Identification atau DVI Kepolisian Daerah Jawa Timur, di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, 1 januari 2014. (AP Photo/Trisnadi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI malam ini mengirimkan Tim Disaster Victim Identification atau DVI sebanyak delapan orang dan Tim Indonesia Automatic Finger System (Inafis) sebanyak dua orang untuk mengidentifikasi korban Tragedi Mina. "Tim seharusnya dikirimkan malam tadi. Namun, karena berkas administrasi belum tuntas, maka ditunda," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto di Balai Media dan Informasi Bareskrim Polri, Jumat, 2 Oktober 2015.

    Kelengkapan administrasi yang dibutuhkan Tim DVI dan Inafis sudah diselesaikan siang tadi. Dengan demikian, keberangkatan direncanakan dilakukan malam ini. "Kemungkinan diberangkatkan malam ini menjelang dinihari, sebelum pukul 00.00," ujar Agus.

    Pengiriman Tim DVI dan Inafis ini untuk mempermudah identifikasi korban Tragedi Mina yang juga menimpa jemaah Indonesia. Agus menjelaskan, fokus yang dilakukan Tim DVI dan Inafis adalah identifikasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti berkomunikasi dengan kedutaan dan konsulat.

    Polri sendiri tidak memberikan batas pencarian karena memang sudah tidak mencari. Proses pencarian telah dilakukan pihak Arab Saudi. Adapun identifikasi yang dilakukan adalah memeriksa kelengkapan antemortem dan postmortem dari korban.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.