Hambat Kebakaran Hutan, Kalteng Kebut Buat Kanal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat dioperasikan untuk membuat kanal blocking di kawasan Jembatan Nusa Tiga di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, 30 September 2015. Presiden Joko Widodo memerintahkan pembangunan kanal blocking sepanjang 7 km di kawasan tersebut guna mencegah kebakaran hutan dan lahan secara efektif. ANTARA/Rosa Panggabean

    Alat berat dioperasikan untuk membuat kanal blocking di kawasan Jembatan Nusa Tiga di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, 30 September 2015. Presiden Joko Widodo memerintahkan pembangunan kanal blocking sepanjang 7 km di kawasan tersebut guna mencegah kebakaran hutan dan lahan secara efektif. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Pembangunan sekat kanal dan embung guna mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah hingga saat ini sudah mencapai panjang sekitar 9,5 kilometer.

    Pembangunan sekat kanal yang merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo saat memantau kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah pada 23 September lalu, pengerjaannya terus dikebut dengan melibatkan ratusan prajurit TNI.

    Marianitha, juru bicara Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan Tengah, mengatakan kemajuan pengerjaan sekat kanal dan sodetan yang dibuat sekitar jalan layang di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, itu progres pekerjaannya per tanggal 1 Oktober 2015, untuk kanal pada sisi kanan panjangnya sudah mencapai 5.250 meter dan sisi kiri 4.250 meter. Selain itu pembuatan sodetan dan embung telah mencapai 18 buah.

    “Pembangunan kanal itu nantinya dimaksudkan untuk mengontrol air sehingga pada musim kemarau pun air tersedia dan bisa untuk membasahi gambut. Selain itu pembuatan embung berfungsi sebagai bak penampungan air yang bisa dijadikan sumber pemadaman api kalau ada kebakaran,” ujarnya, Jumat, 2 Oktober 2015.

    Marinitha menjelaskan, untuk membangun sekat kanal dan embung kesemuanya dilakukan personel dari TNI dengan jumlah mencapai 196 personel. Rinciannya, dari Denzipur 8 sebanyak 37 orang, Zipur 6 sebanyak 2 orang, Marinir 15 orang, Bekang 11 orang, Zibang 2 orang, dan Kostrad 129 orang. "Mereka juga menggunakan 13 ekskavator," ujar Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah itu.

    Sementara itu, akibat terdampak asap kebakaran hutan, saat ini jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Tengah semakin meningkat. Selama September ini saja jumlah penderitanya telah mencapai 15.528 orang.

    Ada empat daerah yang jumlah penderitanya di atas seribu orang yaitu Palangkaraya 3.345 orang, kemudian Kabupaten Kotawaringin Timur 2.523 orang, Barito Selatan 1.739 orang, dan Kotawaringin Barat 1.661 orang.

    Dari pantauan Tempo hari ini, kabut asap yang menyelimuti Palangkaraya kondisinya tidak berubah dan tetap pekat. Jarak pandang saat ini sekitar seratus meter. Dan masyarakat pun masih tetap harus menggunakan masker penutup hidung bila harus beraktivitas di luar ruangan.

    KARANA W.W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.