Ridwan Kamil Disiram Air Kembang oleh Warga Bandung, Kenapa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Ridwan Kamil menanyakan kualitas pelayanan pada warga yang sedang membuat data kependudukan di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil di Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2015. Warga langsung mendatangi sejumlah tempat pelayanan publik di hari pertama kerja usai cuti bersama libur lebaran. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Ridwan Kamil menanyakan kualitas pelayanan pada warga yang sedang membuat data kependudukan di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil di Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2015. Warga langsung mendatangi sejumlah tempat pelayanan publik di hari pertama kerja usai cuti bersama libur lebaran. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial memimpin langsung relokasi 39 kepala keluarga di bantaran Sungai Cikapundung, Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Jumat, 2 Oktober 2015. Para warga akan menempati Rumah Susun Sewa Sadangserang.

    Sesaat setelah tiba di lokasi yang dikenal dengan nama Kampung Kolase itu, pria yang akrab disapa Emil ini disambut dua wanita paruh baya yang membawa air di dalam kendi. Emil pun diminta mencuci tangan dengan air kembang. Kemudian dua wanita itu meminta Emil melepas sandalnya. Air kembang sisa cuci tangan lalu disiramkan ke kaki orang nomor satu di Kota Bandung tersebut.

    Setelah disiram dengan air kembang, Emil kemudian masuk ke beberapa rumah untuk memeriksa kesiapan warga yang akan direlokasi. Salah satunya rumah milik Eni Sulistyowati, 50 tahun. "Gimana Ibu, sudah siap?" tutur Emil kepada Eni, warga yang rumahnya paling pertama direlokasi, Jumat siang.

    Emil menjelaskan, proses relokasi yang akan dilakukan secara bertahap selama beberapa hari ke depan tidak mendapat penolakan keras dari para warga. "Alhamdulillah, saya sampaikan bahwa proses relokasi berjalan baik," katanya.

    Adapun Eni Sulityowati mengaku pasrah harus angkat kaki dari tanah kelahirannya dan pindah ke Rumah Susun Sadangserang. Dia sangat sadar tempat itu bukan haknya. "Ya mau gimana lagi. Yang penting kami jangan telantar," ucapnya.

    Selain itu, Eni berharap ada uang kerahiman seperti yang dijanjikan Ridwan Kamil. Menurut dia, uang tersebut akan sangat bermanfaat sebagai modal awal tinggal di tempat baru.

    Meski pasrah, hati Eni masih merasa berat. Pasalnya, rumah yang telah ditempatinya selama 50 tahun itu penuh dengan kenangan. "Ya, sedih, ini kan kampung sendiri mau ditinggalin. Perasaannya campur aduk. Banyak suka-duka di sini dari gadis sampai punya cucu," ujarnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.