Brimob Kediri Masih Gunakan Truk Tua Kemudi Kiri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa usai mencoba kendaraan taktis Barracuda milik Brimob Bali saat berkunjung ke Markas Polda Bali, Denpasar, Bali, 24 Maret 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Seorang siswa usai mencoba kendaraan taktis Barracuda milik Brimob Bali saat berkunjung ke Markas Polda Bali, Denpasar, Bali, 24 Maret 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Kediri - Jelang HUT ke-70 pada November 2015, Kesatuan Brigade Mobil Jawa Timur mengungkap kondisi peralatan teknis angkutan yang uzur dan payah. Mereka meminta perhatian pemerintah untuk mendukung pembaruan kendaraan taktis lewat penambahan anggaran.

    Kepala Detasemen Brimob Kompi C Jawa Timur Komisaris Ary Nyoto Setiawan mengatakan sebanyak empat Kompi Brimob yang menjadi tanggung jawabnya, yakni Kompi Kediri, Bojonegoro, dan dua kompi di Madiun, mengalami persoalan yang sama. “Kami kekurangan angkutan personel untuk operasional sehari-hari,” kata Ary kepada Tempo di Kediri, Kamis, 1 Oktober 2015.

    Angkutan yang dimaksud adalah truk milik Brimob yang rata-rata berusia di atas 35 tahun. Bahkan, beberapa di antaranya masih dilengkapi kemudi di kabin kiri, sehingga menyulitkan operasionalnya. Belum lagi kondisi mesin yang harus tambal sulam untuk tetap ciamik kinerjanya.

    Menurut Ary, sudah berulangkali dirinya mengajukan permohonan peremajaan kendaraan taktis ini ke Markas Besar Polri. Namun lagi-lagi harapan itu terbentur keterbatasan anggaran yang dikucurkan pemerintah kepada institusi Polri.

    Hal ini memaksa personel di daerah memutar otak merawat kendaraan yang sudah tak layak agar tetap berjalan. “Untung anggota kami canggih,” kata Ary berkelakar.

    Selain kendaraan, Ary juga mengeluhkan tak tersedianya fasilitas lapangan tembak yang memadai untuk latihan anggotanya. Padahal, kemampuan menembak merupakan keahlian wajib yang harus diasah setiap saat bagi anggota Brimob.

    Karena kondisi yang satu ini, Ary terpaksa meminjam lapangan tembak milik Batalyon Infanteri 521 Kediri untuk latihan anggotanya. Dibantu personel Yonif, para anggota Brimob ini berlatih menembak, lari halang rintang, renang militer, hingga cross country alias lari jarak jauh.

    Selain meningkatkan kemampuan personel, latihan ini sekaligus persiapan catur lomba yang rutin digelar setiap tiga bulan sekali. Rencananya lomba akan digelar di Markas Watukosek pada 18 Oktober 2015 sebagai rangkaian peringatan HUT Brimob.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.