G30S 1965, TNI Sebut Banyak Bendera Palu Arit Lagi Saat Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sorak-sorai dan pengibaran bendera bergambar palu arit menjadi pemandangan sehari-hari di berbagai kota di pulau Jawa. wikipedia. org

    Sorak-sorai dan pengibaran bendera bergambar palu arit menjadi pemandangan sehari-hari di berbagai kota di pulau Jawa. wikipedia. org

    TEMPO.CO , Jakarta:Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal MS Fadhilah mengatakan ideologi komunisme kembali muncul di beberapa daerah seperti yang disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono di Monumen Lubang Buaya, Kamis 1 Oktober 2015. Salah satu tandanya sejumlah kelompok masyarakat mulai berani menunjukkan dan memasang atribut atau bendera bergambar palu-arit serta tulisan PKI (Partai Komunis Indonesia).

    "Jawa Tengah paling banyak," kata Fadhilah saat dihubungi, Kamis, 1 Oktober 2015. "Saya kurang hafal detil kabupatennya, dan daerah lain di luar Jawa."

    Menurut dia, ideologi Komunisme tak akan pernah mati atau hilang. Pelbagai bentuk propaganda dan politik penghasutan menjadi cara effektif yang klasik kelompok tersebut menjaring pengikut. (Lihat video Cerita di Balik Film ‘PKI’, Disebut Berbahaya, Inilah Fakta Lagu Genjer-Genjer)

    "Itu kenapa TNI harus tetap waspada dan terus berjaga. Demi keutuhan NKRI dan tegaknya Pancasila," kata Fadhilah.

    Salah satu propaganda yang marak terjadi saat ini adalah upaya pemutarbalikan fakta peristiwa Gerakan 30 September. Sejumlah kelompok melalui film dan perkumpulan mengarahkan hasutan atau opini terjadinya pembantaian dan pelanggaran hak asasi manusia dalam peristiwa pasca penculikan para jenderal.

    Menurut Fadhilah, Indonesia memiliki sejarah buruk berhadapan dengan Komunisme sebagai fakta yang tak terbantahkan. Gerakan PKI yang berupaya meruntuhkan pancasila dan merebut kekuasaan negara tersebut adalah kesalahan.

    "Jadi bukan salah TNI. Tugas kami memang menjaga kedaulatan," kata dia.

    Fadhilah tak memaparkan tindakan konkret TNI melawan perkembangan ideologi Komunisme. Ia hanya mengatakan, seluruh TNI terus waspada dan detil membaca tanda-tanda kemungkinan gerakan kelompok yang dituding telah meresap ke anak muda.

    "Tandanya cukup jelas biasanya. Mereka tak suka pancasila dan menginginkan revolusi," kata dia.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Baca juga:

    EKSKLUSIF G30S 1965: Saat Aidit Sembunyi di Balik Lemari

    Kisah Salim Kancil Disetrum, Tak Juga Tewas: Inilah 3  Keanehan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.