Polisi Kejar Komplotan Begal Geng Kopi Hitam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga begal motor dan dua penadah hasil kejahatan dibawa masuk ke dalam kantor Kepolisian Resor Tegal, Jateng, 18 Maret 2015. Tempo/Dinda Leo Listy

    Tiga begal motor dan dua penadah hasil kejahatan dibawa masuk ke dalam kantor Kepolisian Resor Tegal, Jateng, 18 Maret 2015. Tempo/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Makassar  - Tim reserse mobile Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat terus melakukan pengembangan kasus aksi begal komplotan geng kopi hitam. Komplotan begal sadis itu kerap beraksi di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Setelah meringkus dua pelaku yakni Firman (20) dan AK alias Karca (15), Polda Sulsebar sedang mengejar sejumlah anggota geng kopi hitam lainnya.

    Kepala Unit Reserse Mobile Polda Sulselbar, Komisaris Muhammad Yadin, mengatakan pihaknya sudah mengantongi identitas anggota geng kopi hitam itu. "Sejauh ini, sudah ada enam nama yang kami ketahui termasuk dalam komplotan begal geng kopi hitam. Kami masih lakukan pengembangan dan jumlah itu kemungkinan bertambah," kata Yadin, kepada Tempo, Kamis, 1 Oktober.

    Komplotan begal geng kopi hitam ini disinyalir beraksi hampir setiap hari. Yadin mengatakan Firman dan AK misalnya sudah melakoni lebih dari 30 aksi begal di Makassar dan Gowa. Dalam beraksi, mereka selalu membawa senjata tajam, baik itu badik, parang maupun ketapel dan anak panah untuk mengancam korbannya. "Firman sudah 17 kali terlibat aksi begal. Adapun, AK juga begitu sekitaran belasan kali," tuturnya.

    Usai merampungkan interogasi awal, Yadin menuturkan Firman dan AK langsung diserahkan ke kepolisian yang menangani paling banyak perkara kedua tersangka. Penyidikan Firman dilakukan di Kepolisian Resor Gowa. Adapun penyidikan AK dilakukan di Kepolisian Sektor Rappocini. Sembari pemberkasan kedua tersangka dirampungkan, Yadin mengatakan pihaknya berusaha untuk menciduk semua anggota begal geng kopi hitam itu.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sejumlah aksi begal yang dilakukan geng kopi hitam, antara lain yakni merampas sepeda motor korban di Jalan Hertasning Baru, saat malam takbiran Idul Adha; menodong korban dengan pisau lantas merampas telepon seluler di Jalan Alauddin, Jalan Landak dan Jalan Faisal, September lalu.

    Yadin mengatakan dalam pengejaran komplotan geng kopi hitam itu, pihaknya sempat menembak kaki AK saat beraksi beberapa waktu lalu, tapi pelajar SMA itu berhasil meloloskan diri. Tim resmob akhirnya berhasil meringkus AK setelah sebelumnya menciduk Firman yang berprofesi sebagai tukang parkir di Jalan Toddopuli, Rabu, 30 September 2015. "AK itu pernah ditembak tapi lolos dan baru sekarang akhirnya ditangkap," tuturnya.

    Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Komisaris Besar Rusdi Hartono, mengatakan pemberantasan aksi begal merupakan salah satu program prioritas Polri. Perang terhadap aksi begal dilakukan dengan upaya pencegahan dan penegakan hukum. Rusdi mengatakan guna memberantas begal, pihaknya mengharapkan adanya sinergitas antara semua pihak, seperti TNI, pemerintah daerah, akademisi dan masyarakat.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.