Kades Terseret Kasus Salim Kancil, Tjahjo Tunggu Kepolisian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis Solidaritas Untuk Salim Kancil dan Tosan melakukan aksi teatrikal di depan Istana Merdeka, Jakarta, 1 Oktober 2015. Aksi solidaritas ini sebagai salah satu bentuk solidaritas terhadap perjuangan warga. TEMPO/Subekti

    Sejumlah aktivis Solidaritas Untuk Salim Kancil dan Tosan melakukan aksi teatrikal di depan Istana Merdeka, Jakarta, 1 Oktober 2015. Aksi solidaritas ini sebagai salah satu bentuk solidaritas terhadap perjuangan warga. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku masih menunggu proses hukum yang ada terkait dengan pembunuhan aktivis penolak tambang di Desa Selok Awar-awar, Lumajang, Salim Kancil. Dia tak mau berspekulasi soal kemungkinan kepala desa terlibat dalam pembunuhan itu.

    "Kami tetap gunakan asas praduga tak bersalah. Serahkan sepenuhnya kepada Kepolisian Daerah Jawa Timur," kata Tjahjo di kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2015. Dia meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut. "Kalau sampai libatkan oknum aparatur pemerintah, kami akan ambil langkah, tapi tentu menanti sanksi hukum dulu."

    Kementerian baru akan menentukan sikap jika kasus itu berkekuatan tetap atau inkracht. Kalaupun kepala desa sudah menjadi tersangka, perannya sementara akan digantikan sekretaris desa. Tjahjo mengaku menyayangkan terjadinya pembunuhan tersebut di kantor desa. Kejadian itu mengindikasikan deteksi dini terhadap kejahatan di daerah tersebut tak berjalan lancar.

    Polisi menetapkan 18 tersangka pembunuhan dan penganiayaan terhadap Salim alias Kancil, 52 tahun, dan Tosan, 51 tahun, warga Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada 26 September lalu.

    Salim dan Tosan mendapat perlakuan keji dari sekitar puluhan orang, yang diduga terkait dengan aktivitas keduanya yang menolak keberadaan tambang pasir di desa tersebut. Salim Kancil bahkan sempat disetrum dan dipukuli sebelum akhirnya dihabisi di dekat makam. Belakangan, Kepala Desa Selok Awar-awar Hariyono ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan izin penambangan liar.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.