Cegah Kebakaran Hutan, Jambi Mulai Bangun Kanal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebakaran hutan di Taman Nasional Berbak, Jambi. REUTERS/Andreas Sarwono

    Kebakaran hutan di Taman Nasional Berbak, Jambi. REUTERS/Andreas Sarwono

    TEMPO.CO, Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah meminta setiap perusahaan membangun kanal di lokasi perusahaannya. Ini sebagai upaya menghindari semakin meluasnya kebakaran lahan.

    "Upaya ini juga sebagai cara untuk persediaan air, mengingat kendala yang dihadapi para petugas pemadam kebakaran adalah sulitnya mendapatkan air," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jambi Arif Munandar, Kamis, 1 Oktober 2015.

    Menurut Arif, secara keseluruhan, untuk membangun kanal ini masih menyusun kerangka perencanaan. "Karena ini mendesak, kita meminta pihak swasta, dalam hal ini perusahaan perkebunan, untuk memulai langkah tersebut," ucapnya.

    Sekarang ini, ujar dia, sedang dilaksanakan pembangunan kanal di beberapa tempat. Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, misalnya, pembangunan dilakukan anggota TNI, PT Wirakarya Sakti, dan perusahaan perkebunan lain di daerah tersebut.

    Lokasi lain yang dibangun kanan adalah Kabupaten Muarojambi dan Tanjung Jabung Timur. "Namun kita sekarang lebih fokus pada mengaliri air dari Sungai Batanghari ke kanal-kanal sebagai upaya menjaga ketersediaan air," ucap juru bicara PT Wirakarya Sakti (Sinar Mas Group), Taufiqurrahman.

    PT Wirakarya Sakti, menurut Taufiqurrahman, merupakan perusahaan tanaman industri yang menguasai lahan sekitar 390 ribu hektare, yang tersebar di lima kabupaten di Provinsi Jambi. Mulai tahap awal pembangunan kebun, perusahaan tersebut sudah membuat kanal dengan lebar 5 meter, terutama di kawasan gambut.

    Berdasarkan pantauan Tempo, lokasi perkebunan PT Wirakarya Sakti dan perusahaan perkebunan sawit lain di Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur umumnya merupakan kawasan lahan gambut dan sudah memiliki kanal yang berfungsi pula sebagai tanda tapal batas. Hanya saja, kanal-kanal itu banyak yang sudah kering dan tak diairi lagi akibat kemarau yang sudah melanda daerah ini lebih dari dua bulan lalu.

    SYAIPUL BAKHORI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.