Jemaah Indonesia Paling Banyak Kena Sweeping Air Zamzam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas dari muassasah Asia Tenggara memberikan kurma kepada calon haji Indonesia sebagai sambutan selamat datang  saat tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (2/10).  Sebanyak 360 calon haji kloter pertama dari embarkasi Padang, Sumbar tiba dan langsung berangkat ke Madinah untuk menunaikan ibadah Arbain. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Seorang petugas dari muassasah Asia Tenggara memberikan kurma kepada calon haji Indonesia sebagai sambutan selamat datang saat tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (2/10). Sebanyak 360 calon haji kloter pertama dari embarkasi Padang, Sumbar tiba dan langsung berangkat ke Madinah untuk menunaikan ibadah Arbain. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak jemaah haji Indonesia yang akan kembali ke Tanah Air terkena "sweeping" atau penyisiran koper yang berisi air zamzam di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sehingga koper mereka harus dibongkar guna mengeluarkan air tersebut.

    Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah Arsyad Hidayat di Mekkah, Arab Saudi, Kamis, mengatakan jemaah sebenarnya sudah diingatkan agar tidak membawa air zamzam dalam koper karena membahayakan keselamatan penerbangan.

    Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), kata dia, telah menyiapkan air zamzam sebesar lima liter per jemaah. "Jemaah dilarang membawa air zamzam dalam koper," kata Arsyad, Kamis, 1 Oktober 2015.

    Saat ini, kata Arsyad, sebanyak 13.679 jemaah dari 32 kloter secara bertahap sejak 28 September sampai Rabu kemarin telah kembali ke Tanah Air.

    Jemaah dari gelombang kedua yang berangkat ke Tanah Suci pada 4 September 2015 akan melanjutkan perjalanan setelah menunaikan ibadah haji di Mekah ke Madinah mulai 3 Oktober 2015.

    "Demikian pula dengan mereka yang menjadi korban peristiwa Mina bisa menyempurnakan ibadah mereka ke Kota Madinah untuk menyelesaikan arbain," katanya.

    Namun bila mereka yang menjadi korban atau keluarga korban Mina ingin melakukan mutasi penerbangan atau kembali lebih cepat ke Tanah Suci, kata Arsyad, pihaknya memberi kemudahan untuk kembali lebih cepat.

    "Ini bentuk bantuan dan penghormatan kepada mereka," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga