KPK Telusuri Cara Gatot Amankan Korupsi Bansos di Kejagung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Evy Susanti dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 5 Agustus 2015. Evy bersama Gatot ditahan oleh KPK karena diduga sebagai tersangka kasus penyuapan hakim PTUN di Medan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Evy Susanti dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 5 Agustus 2015. Evy bersama Gatot ditahan oleh KPK karena diduga sebagai tersangka kasus penyuapan hakim PTUN di Medan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua KPK Zulkarnain mengatakan KPK ingin mengetahui secara jelas maksud keterangan Evy Susanti, istri Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, yang terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, bulan lalu.

    Dalam persidangan, Evy dalam rekaman yang diperdengarkan jaksa penuntut umum mengungkapkan kata "mengamankan" kasus korupsi dana bantuan sosial yang sedang diusut oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

    "Kami mau tahu secara jelas diamankan itu maksudnya gimana?" kata Zulkarnain di Gedung KPK, Kamis, 1 Oktober 2015.

    Dalam sidang kasus suap kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan di pengadilan Tipikor pada 17 September lalu, jaksa memutar rekaman sadapan percakapan telepon antara Evy dan staf Gatot bernama Mustafa. Evy mengungkapkan bahwa Gatot ingin agar kasus dugaan korupsi dana bansos yang sedang ditangani Kejati Sumut dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

    "Bapak mau jamin amankan supaya itu dibawa ke Gedung Bundar, jadi kalau sudah menang (di PTUN Medan) tidak akan ada masalah katanya di Gedung Bundar," kata Evy dalam rekaman yang diperdengarkan oleh KPK di persidangan. Gedung Bundar tersebut merupakan sebutan lain dari kantor tempat para penyidik kasus korupi di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

    Zulkarnain mengatakan KPK akan mencari tahu maksud Evy dengan perkataan itu. "Kalau mengamankan itu pakai duit, ini kan masalah," katanya.

    Perkembangan kasus suap PTUN itu diduga akan merembet ke Partai Nasdem. KPK dan Gatot sendiri telah membenarkan adanya pertemuan antara dirinya, Wakil Gubernur Sumut Teuku Erry, dan petinggi Nasdem. Teuku Erry adalah kader Nasdem. Adapun pernyataan Evy tersebut di atas menjadi penting karena Jaksa Agung Prasetyo juga merupakan kader Partai NasDem.

    Kuasa hukum Gatot sebelumnya OC Kaligis menyebut pertemuan itu terjadi lebih dari sekali. Namun ia berkilah bahwa dalam pertemuan itu hanya membahas islah antara Gatot dan Erry, bukan kasus Bansos.

    Meski begitu, KPK mencium ada hal lain di balik pertemuan tersebut. KPK pun sudah memanggil Sekretaris Jenderal Nasdem Rio Patrice Capella untuk dimintai keterangan perihal pertemuan Gatot, Erry, dan petinggi Nasdem, pekan lalu.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.