Kabut Asap, Luhut Pertimbangkan Bantuan Negara Tetangga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sat-81 Gultor dibentuk pada tahun 30 Juni 1982, Luhut Panjaitan sebagai komandan pertama sedangkan Prabowo Subianto menjadi wakilnya. Pembentukan Sat-81 Gultor dilatarbelakangi kasus pembajakan Garuda Indonesia di Don Muang, Bangkok. Dalam proses pembentukannya satuan ini berguru kepada GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9), dan SAS Inggris, yang lebih dulu memiliki pasukan anti teror. Getty Images

    Sat-81 Gultor dibentuk pada tahun 30 Juni 1982, Luhut Panjaitan sebagai komandan pertama sedangkan Prabowo Subianto menjadi wakilnya. Pembentukan Sat-81 Gultor dilatarbelakangi kasus pembajakan Garuda Indonesia di Don Muang, Bangkok. Dalam proses pembentukannya satuan ini berguru kepada GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9), dan SAS Inggris, yang lebih dulu memiliki pasukan anti teror. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sudah berbicara dengan Singapura dan Malaysia terkait keluhan asap dari kedua negara ini.

    "Baik-baik saja. Tadi saya telepon-teleponan kok dengan Deputy Prime Minister, Pak Teo (Teo Chee Hean)," kata dia di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu, 30 September 2015. "Tidak ada masalah, kita berkawan. Ya, kalau ada sedikit-sedikit biasalah itu."

    Luhut juga sudah bertemu dengan Deputy Prime Minister dari Malaysia. "Kami bicara baik," ujar Luhut. Menurut dia, pemerintah Indonesia tidak akan membiarkan bencana ini terus terjadi. "Prioritas kami kan rakyat kami sendiri," kata dia lagi.

    Dia juga mengatakan secara moral pemerintah juga tidak nyaman kalau negara tetangga ikut mengalami dampak karena masalah ini. Indonesia, kata dia, juga ingin membangun kerja sama yang bagus dengan mereka.

    "Kemarin saya sudah jelaskan kepada deputi di sana. Beliau sudah paham karena beliau tahu bahwa kita sudah melakukan pekerjaan yang sangat spartan untuk menuntaskan masalah ini," ujar Luhut.

    Dia juga sudah mengundang pihak Singapura untuk mengunjungi lokasi kabut asap. "Tadi presiden perintahkan saya untuk mengajak mereka dan melihat apa langkah yang bisa dilakukan."

    Soal bantuan yang ditawarkan Singapura dan Malaysia. Luhut menjawab pemerintah akan mempertimbangkan. "Kalau mereka mau memberikan bantuan, asal bantuannya pantas, kita terima. Kenapa tidak?"

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.