Pernikahan Sejenis di Bali, Tersangka Dijerat Penodaan Agama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pernikahan sejenis/gay. Justin Sullivan/Getty Images

    Ilustrasi pernikahan sejenis/gay. Justin Sullivan/Getty Images

    TEMPO.CO, Gianyar - Kepolisian Resor Gianyar akhirnya menetapkan satu tersangka wanita berinisial MN, 36 tahun, terkait dengan kasus dugaan pernikahan pasangan sejenis warga Amerika, Joe Trully, dengan warga Indonesia, Tiko Mulya, di Hotel Four Season, Ubud, Gianyar, Bali.

    “Kami sudah tetapkan tersangka sejak Selasa kemarin (29 September 2015). Dia selaku sales executive di Hotel Four Season,” kata Kepala Polres Gianyar Ajun Komisaris Besar Farman saat dihubungi, Rabu, 30 September 2015.

    Menurut Farman, penetapan tersangka MN berdasarkan alat-alat bukti yang mencukupi. “Tersangka dikenai Pasal 156a tentang penodaan agama. Yang jelas, beliau menawarkan kepada pasangan tersebut adanya paket itu,” ucapnya.

    Saat ini, ujar dia, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Hal ini untuk mencari kemungkinan adanya tersangka lain yang memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut.

    “Masih berjalan dan masih didalami oleh penyidik, apakah ada kemungkinan tersangka lain atau tidak,” tuturnya.

    Kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka, MN hingga saat ini belum ditahan. Farman menjelaskan, hal tersebut lantaran pihaknya melakukan penilaian secara subyektif kepada tersangka yang selama ini cukup kooperatif.

    “Beliau orang lokal di Gianyar. Tidak ada indikasi untuk mengulangi tindak pidana atau merusak barang bukti,” katanya.

    Untuk mencegah hal-hal serupa kembali terulang, kepolisian meningkatkan koordinasi bersama pemerintah daerah, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP).

    “Kami sudah adakan rapat, jadi dari kepolisian sudah meminta agar ada aturan-aturan tertentu tentang mana bagian agama dan budaya yang boleh dan tidak boleh dilakukan (sesuai dengan kasus ini), sehingga jelas parameternya,” ucapnya.

    Dugaan sebelumnya mengenai pernikahan sejenis di Bali ternyata tidak benar. Pasangan sejenis itu hanya melakukan pengelukatan, semacam pembersihan diri dengan upacara agama Hindu, pada 12 September 2015. Seusai acara tersebut, foto-foto pasangan itu diunggah di media sosial hingga menghebohkan masyarakat Bali.

    BRAM SETIAWAN

    Baca juga:
    Kisah Salim Kancil Disetrum, Tak Juga Tewas: Inilah 3  Keanehan
    Sophia Ikut Ariel: Kalau Noah ke Taiwan, Tante Ikut Dong?



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.