Kata Ketua MPR Soal Tawaran Asing Atasi Kebakaran Hutan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR, Zulkifli Hasan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Ketua MPR, Zulkifli Hasan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengatakan bantuan dari Malaysia dan Singapura tidak akan berpengaruh banyak terhadap masalah kebakaran hutan di Indonesia. Indonesia sendiri beberapa waktu lalu memang telah menolak bantuan pesawat militer Singapura untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

    "Gambut itu sulit untuk dipadamkan. Jadi walaupun ada bantuan dari Singapura dan Malaysia ya tetap sulit," kata Zulkifli di ruang pimpinan MPR, Jakarta, 30 September 2015.

    Mantan Menteri Kehutanan ini beranggapan ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam masalah kebakaran hutan. Zulkifli menilai masalah kebakaran hanya dapat selesai dengan pencegahan dan penegakan hukum yang menimbulkan efek jera. Kebakaran, apalagi di daerah gambut, sulit untuk dideteksi sumber kebakarannya, begitu pun dengan cara memadamkannya. Karena itu, pencegahan adalah prioritas dalam penanganan kebakaran.

    Ekosistem hutan yang telah rusak mempermudah penjalaran api. Menurut dia, kanal-kanal yang dibangun telah membuat keberadaan air tidak merata. "Di sini airnya banyak, di sana kering, jadi sawit. Kalau kemarau ya rawan kebakaran," ujar Zulkifli.

    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penegakan hukum. Zulkifli menilai semua kegiatan penegakan hukum haruslah menimbulkan efek jera. Masih ada budaya membakar di masyarakat, baik pada saat pembukaan lahan maupun seusai panen. Dengan efek jera ini diharapkan budaya membakar berkurang.

    Namun yang perlu diperhatikan, menurut Zulkifli, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup tidak bisa bekerja sendiri. Ia menilai kebakaran yang terjadi bukan hanya di wilayah hutan. "Ini bukan hutan saja, di sana ada kebun sawit, kebun nanas. Ini tanggung jawab semua," ucap Zulkifli.

    Zulkifli mengapresiasi kinerja Menteri Kehutanan dan Lingkungan dalam menangani kasus kebakaran hutan dan lahan. Ia menilai tanggung jawab Siti Nurbaya jauh lebih berat dibanding di masa lalu. "Sekarang yang dipegang bukan cuma kehutanan saja, tapi juga lingkungan. Kami dukung, kami ada di belakang Bu Siti," kata Zulkifli.

    Hingga saat ini kebakaran di hutan dan lahan masih belum dapat padam seluruhnya. Presiden Joko Widodo bahkan telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran.

    Saat ini, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, pihaknya telah memusatkan pemadam kebakaran di titik yang paling bermasalah, yaitu di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.