Hutan Rehabilitasi Orangutan Samboja Terbakar Ketiga Kalinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) berusia 1,5 tahun di Kawasan Konservasi Orangutan Samboja, Kalimantan Timur. Terdapat lebih dari 200 orangutan di kawasan konservasi yang dikelola 'Borneo Orangutan Survival Foundation' tersebut. Pada 2015 Departemen Kehutanan menargetkan seluruh orangutan sehat yang dirawat di tempat penampungan dapat dilepas kembali ke habitat aslinya. TEMPO/Praga Utama

    Anak orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) berusia 1,5 tahun di Kawasan Konservasi Orangutan Samboja, Kalimantan Timur. Terdapat lebih dari 200 orangutan di kawasan konservasi yang dikelola 'Borneo Orangutan Survival Foundation' tersebut. Pada 2015 Departemen Kehutanan menargetkan seluruh orangutan sehat yang dirawat di tempat penampungan dapat dilepas kembali ke habitat aslinya. TEMPO/Praga Utama

    TEMPO.CO, Samarinda - Kebakaran kembali terjadi di dalam kawasan Pusat Reintroduksi Orangutan Samboja Lestari di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa malam, 29 September 2015. Ini merupakan kebakaran lahan kali ketiga yang terjadi sepanjang musim kemarau ini. Dari dua kali kebakaran sebelumnya, sedikitnya 231,5 dari 1.800 hektare kawasan rehabilitasi Orangutan (Pongo Pygmaeus Morio) ludes terbakar. Jumlah itu belum termasuk kebakaran yang terjadi Selasa malam.

    Suwardi, Staf Komunikasi di The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), mengatakan kebakaran yang terjadi Selasa siang hingga petang itu semakin dekat dengan pusat karantina orangutan. Setidaknya, kata dia, jarak titik api sekitar 700 meter sudah menjangkau rehabilitasi terdekat primata dilindungi itu.

    "Dari tim medis kami menganggap masih jarak relatif aman, jadi kami masih belum akan mengevakuasi orangutan," kata Suwardi, Rabu, 30 September 2015.

    BOSF saat ini merehabilitasi total orangutan sebanyak 700 individu. Namun yang dalam tahap rehabilitasi di Samboja sebanyak 209 individu.

    Baca juga:
    Kedai Kopi Indonesia dan Italia, Mana yang Lebih Nyaman?
    Siapa Lebih Layak Naik Gaji, Ahok atau DPRD?

    Staf Komunikasi BOSF lainnya, Nico Hermanus, mengatakan berdasarkan hasil medis sejauh ini belum ada individu yang menderita gangguan kesehatan yang serius. Tes medis dilakukan untuk mengetahui kemungkinan ada orangutan yang terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). "Semua dalam kondisi sehat, belum ada gangguan kesehatan serius akibat kebakaran kemarin," kata Nico Hermanus.

    Sejauh ini, kata dia, penyebab kebakaran masih terus ditelisik. Dugaan sementara memang akibat kekeringan musim kemarau. Akibat kebakaran sebanyak 78 ribu batang pohon hangus terbakar.

    Untuk memadamkan api, BOSF mendapat bantuan dari BPBD Kutai Kartanegara yang mengirimkan satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Tambahan lainnya datang dari TNI AD yang membantu memadamkan api.

    Kebakaran lahan terjadi sekira pukul 13.54 WITA, Selasa, 29 September 2015. Api baru bisa dipadamkan sekitar empat jam kemudian atau sekitar pukul 18.00 WITA. Mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan, Nico menyatakan BOSF terus melakukan patroli rutin untuk mendeteksi adanya titik api di dalam kawasan rehabilitasi. "Pagi ini kami jadwalkan kembali patroli rutin mengecek semua areal yang dalam penguasan BOSF," kata Nico Hermanus.

    FIRMAN HIDAYAT

    Simak juga:
    Gila, Wasit Ini Acungkan Pistol ke Pemain yang Protes
    Keluhkan Asap dari RI, Menteri Malaysia: Saya Jadi Menderita


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.