Kabut Asap, BPBD Kalteng Mengaku Kewalahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan tim penanggulangan kebakaran hutan saat melakukan kunjungan kerja ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 23 September 2015. Di Kalimantan Selatan terdapat 1549 titik api, dimana 1400 lebih diantaranya telah mampu di atasi tim yang terdiri dari berbagai unsur kekuatan daerah. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan tim penanggulangan kebakaran hutan saat melakukan kunjungan kerja ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 23 September 2015. Di Kalimantan Selatan terdapat 1549 titik api, dimana 1400 lebih diantaranya telah mampu di atasi tim yang terdiri dari berbagai unsur kekuatan daerah. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah Brigong Tom Moenandaz mengaku masih membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat untuk mengatasi kabut asap.

    "Kita masih butuh bantuan. Peralatan kami masih terbatas karena saking luasnya daerah. Daerah kami ini luasnya sekitar satu setengah Pulau Jawa," kata Brigong, Selasa, 29 September 2015.

    Sejauh ini, ucap Brigong, masih ada masyarakat Kalimantan Tengah yang terjangkit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Untuk itu, pemerintah setempat meminta masyarakat tetap menggunakan masker saat keluar rumah dan sebisa mungkin beraktivitas di dalam rumah. "Kita sudah imbau lewat media massa, lembaga kesehatan, dan sebagainya untuk itu," ujar Brigong.

    Akibat kabut asap yang masih pekat, tutur dia, sejumlah sekolah masih diliburkan, meski sudah ada sebagian yang beraktivitas normal. "Untuk saat ini, tindakan evakuasi belum dibutuhkan," katanya.

    LARISSA HUDA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.