Kedatangan Jemaah Haji Tertunda, Ini Kata Garuda Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kesibukan di kawasan bandara saat menyambut kedatangan jamaah haji kloter pertama Jakarta  di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta (20/10).  TEMPO/Dasril Roszandi

    Kesibukan di kawasan bandara saat menyambut kedatangan jamaah haji kloter pertama Jakarta di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta (20/10). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Padang - General Manager Garuda Indonesia Cabang Padang Ryanto A. Warsono mengatakan keterlambatan pemulangan jemaah haji ke Indonesia karena padatnya jadwal penerbangan di Bandara Jeddah. Dia memperkirakan kepadatan ini akan terjadi hingga hari kelima pemulangan jemaah.

    "Traffic-nya padat. Pesawat banyak yang antre," ujarnya kepada Tempo di Bandara Minangkabau, Selasa, 29 September 2015.

    Kepulangan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Padang mengalami penundaan. Mereka dijadwalkan tiba di Bandara Minangkabau sekitar pukul 20.45 WIB, Selasa, 29 September 2015. Selain dialami jemaah haji Embarkasi Padang, keterlambatan kedatangan di Tanah Air terjadi pada jemaah haji Embarkasi Surabaya dan Embarkasi Solo.

    Seharusnya jemaah kloter pertama yang berasal dari Kota Padang ini berangkat dari Bandara Jeddah pada pukul 02.10 waktu Arab Saudi. Namun, karena ada penundaan, mereka baru berangkat sekitar pukul 08.07 waktu Arab Saudi. Ryanto menuturkan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Padang diperkirakan mendarat di Bandara Minangkabau sekitar pukul 20.45 dari seharusnya pukul 14.40 WIB.

    Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat Efrizal mengatakan kloter pertama Embarkasi Padang yang akan pulang hari ini terdiri atas 443 anggota jemaah haji dan lima petugas. Dari jumlah itu, satu anggota jemaah wafat di Arab Saudi dan dua orang dipulangkan lebih awal.

    ANDRI EL FARUQI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.