Waduk Jatiluhur Tak Surut Saat El Nino, Ini Rahasianya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menggunakan perahu untuk membersihkan sampah di bendungan Waduk Ir. H Djuanda, Jatiluhur, Jawa Barat, Jumat (29/6). Hingga saat ini 62 persen air baku yang diolah oleh PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dari Waduk Jatiluhur mencapai 5.600 hingga 5.800 liter per detik. Suplai air yang diterima dari waduk Jatilihur tersebut masih belum dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan di sebagian wilayah Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pekerja menggunakan perahu untuk membersihkan sampah di bendungan Waduk Ir. H Djuanda, Jatiluhur, Jawa Barat, Jumat (29/6). Hingga saat ini 62 persen air baku yang diolah oleh PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dari Waduk Jatiluhur mencapai 5.600 hingga 5.800 liter per detik. Suplai air yang diterima dari waduk Jatilihur tersebut masih belum dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan di sebagian wilayah Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Purwakarta - Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Herman Idrus menyatakan air yang tertampung di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, tak pernah surut kendati ada El Nino yang menyebabkan musim kemarau bertambah panjang.

    Menurut Herman, kondisi waduk yang berlimpah air saat musim kemarau memungkinkan daerah irigasi merasakan panen raya, seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo di Karawang, Ahad, 27 September 2015.

    Herman menjelaskan, air yang tersedia di Waduk Jatiluhur saat musim kemarau sudah ia siapkan sejak awal tahun, ketika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi datangnya El Nino. "Kapasitas waduk diisi sampai melimpah," ucap Herman di Purwakarta, Selasa, 29 September 2015.

    Kapasitas waduk tersebut, tutur dia, mencapai 6 miliar meter kubik. Di mana, sumber air baku waduk berasal dari Sungai Citarum, yang debit airnya mencapai 6 miliar meter kubik per tahun. "Jadi, ketika Waduk Jatiluhur penuh dan Sungai Citarum kering, tetap ada cadangan air setahun," katanya.

    Direktur Operasional PT Aetra Air Jakarta Lintong Hutasoit menjelaskan, terjaganya cadangan air Waduk Jatiluhur membuat pasokan air baku ke pelanggan di Jakarta tak mengalami gangguan saat musim kemarau.

    Menurut dia, PT Aetra bisa menyalurkan air bersih dengan debit 17 meter kubik per detik. "Pasokan air baku dari PT Aetra tak akan bermasalah sampai El Nino berakhir pada Oktober," ujar Lintong.

    RAYMUNDUS RIKANG



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.