Halau Massa, Satu Pelajar Tewas Ditembak Polisi di Timika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penembakan. Getty Images

    Ilustrasi Penembakan. Getty Images

    TEMPO.CO, Jayapura - Aparat keamanan kembali menunjukkan arogansinya. Dua anak usia sekolah di Timika, Papua, ditembak tanpa alasan yang jelas. Sebelumnya, di Timika, dua aparat TNI juga menembak beberapa warga sipil.

    Penembakan dua siswa ini dibenarkan Koordinator SKP Keuskupan Timika Saul Wanimbo. Namun ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai insiden penembakan yang menewaskan seorang siswa ini.

    “Kami baru mau bergerak. Kami hanya dapat informasi bahwa ada penembakan tadi malam. Tapi, bagaimana penembakan ini terjadi, kami belum tahu,” kata Saul Wanimbo kepada Victor Mambor dari Jubi, Selasa pagi, 29 September 2015.

    Dua pemuda itu terkena tembakan petugas saat pengamanan aksi massa di kompleks Biak, Gorong-Gorong, Senin, 28 September 2015. Peristiwa berawal ketika petugas melakukan pengamanan aksi massa di lokasi kejadian. Petugas yang melakukan pengamanan justru mendapatkan perlawanan dari warga.

    Petugas akhirnya melepaskan tembakan peringatan. Namun tembakan peringatan justru mengenai dua warga hingga menyebabkan satu di antaranya tewas di lokasi kejadian.

    Informasi berbeda disampaikan warga setempat. Kaleb Bagau, 17 tahun, pelajar STM Kuala Kencana, dan Efrando Sobarek, 17 tahun, pelajar SMK Petra di Jalan Budi Utomo, Timika, tertembak sekitar pukul 19.00 WIT. Sebelum tertembak, keduanya sedang duduk-duduk di bawah tower bersama kawan-kawan mereka.

    Tiba-tiba polisi yang menggunakan mobil patroli masuk ke kompleks Biak. Mereka mengepung rumah warga dan bertanya siapa yang sering mengacau di kompleks. Karena tidak ada yang menjawab, akhirnya mereka memarkir kendaraan di depan salah satu rumah warga.

    "Ternyata ada seorang warga yang bilang kepada polisi bahwa anak-anak yang dicari polisi itu tinggal di situ. Orang ini juga bilang bahwa orang tua anak-anak itu anggota Organisasi Papua Merdeka,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada Jubi, Senin malam.

    Tak lama kemudian, warga Gorong-Gorong ini melanjutkan, 3 mobil Dalmas, 5 mobil Avanza, dan sekitar 15 sepeda motor masuk ke kompleks Biak. Entah apa sebabnya, Kaleb Bagau—yang melihat kedatangan polisi tersebut—lari dari tempat duduk bersama teman-temannya. Ia kemudian ditembak polisi.

    “Efrando juga tertembak saat lari,” tutur warga itu. Kaleb akhirnya tewas, sementara Efrando yang kritis masih dirawat di rumah sakit.

    Hingga berita ini disiarkan, pihak kepolisian—baik Polres Mimika maupun Polda Papua—belum memberikan keterangan.

    JUBI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.