Kabut Asap, Riau Kembali Perpanjang Libur Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, 18 September 2014. Jarak pandang menurun hingga 800 meter. TEMPO/Riyan Nofitra

    Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, 18 September 2014. Jarak pandang menurun hingga 800 meter. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Dinas Pendidikan Riau kembali memperpanjang masa libur sekolah menyusul gangguan asap sisa kebakaran hutan dan lahan yang tak kunjung membaik. Ini merupakan pekan kelima bagi siswa di Riau tidak bersekolah akibat asap.

    "Kami akan keluarkan surat resmi libur sekolah sepekan ke depan," kata Kepala Dinas Pendidikan Riau Kamsol, Senin, 28 September 2015.

    Kamsol mengatakan pihaknya akan terus meliburkan sekolah selagi Riau masih berstatus darurat pencemaran udara akibat asap. Hal itu terpaksa dilakukan untuk mengurangi risiko dampak penyakit paparan asap terhadap anak. "Semua tingkatan sekolah di seluruh Riau kami liburkan," katanya.

    Kamsol mengakui libur panjang akibat asap membuat siswa banyak ketinggalan pelajaran. Untuk itu, Dinas Pendidikan telah memberikan pelajaran tambahan di rumah. Setiap guru diwajibkan memantau aktivitas murid saat berlibur di rumah, baik secara langsung maupun tidak langsung. "Guru bisa memantau siswa lewat telepon dan Internet," ujarnya.

    Sedangkan untuk orang tua siswa, Dinas Pendidikan mengimbau agar mengawasi anak supaya mengurangi aktivitas di luar rumah. "Orang tua harus mengingatkan anaknya untuk belajar," katanya.

    Kamsol menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melakukan evaluasi dan menyusun materi pelajaran yang tertinggal, terlebih seluruh siswa bakal menempuh ujian pertengahan semester pada awal Oktober ini. "Untuk jadwal ujian pertengahan semester akan kami sesuaikan," katanya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.