Siswa Dihukum Benturkan Kepala ke Meja 800 Kali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • hukuman fisik pada anak. Ilustrasi

    hukuman fisik pada anak. Ilustrasi

    TEMPO.CO, Kupang: Nelson Aleuf, 17 tahun, siswa kelas XII SMA Negeri 2 Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur, yang dihukum gurunya membenturkan dahi ke meja tulis sebanyak 800 kali, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit  Siloam Kupang untuk menjalani perawatan.

    Nelson menjalani perawatan setelah mengalami muntah darah dan sakit kepala akibat hukuman tersebut. Nelson dihukum Yakobus Nahak, guru mata pelajaran Bahasa Jerman, hingga muntah darah dan sakit kepala.

    “Wartawan belum bisa masuk ke ruangan tempat perawatan Nelson, masih menunggu direktur,” kata petugas Rumah Sakit Siloam, Dokter Ina, Senin, 28 September 2015.

    Kerabat Nelson, Lexi Tulle, mengatakan Nelson menjalani hukuman pada Sabtu pagi. Nelson bersama 22 siswa lainnya dihukum Yakobus Nahak dengan cara membenturkan dahi sendiri ke meja belajar mereka di kelas.

    “Kami kecewa karena anak ini (Nelson) pernah mengalami sakit sebelumnya. Nelson pernah mengalami kecelakaan sepeda motor, dan kepalanya terbentur hingga tak sadarkan diri satu bulan,” kata Lexi.

    Dia mengatakan hukuman itu diberikan, karena siswa gagal menghafal doa dalam bahasa Jerman. “Kami sudah laporkan hal ini kepada pihak sekolah," katanya.

    Yakobus Nahak, guru bahasa Jerman mengaku telah menghukum sejumlah siswanya. “Memang saya kasih hukuman. Namun karena saya takut terjadi apa-apa kalau dipukul, saya suruh mereka pilih jenis hukuman sendiri. Jadi, mereka benturkan kepala mereka di meja berulang kali,” ujarnya.

    Dari 28 siswa, menurut dia, hanya lima orang yang terkena hukuman. Sementara itu, 23 siswa lainnya tak dihukum karena mereka mengerjakan pekerjaan rumah. Yakobus menyatakan siap mempertanggungjawabkan perbuatan itu.

    Kabag Humas Polres TTU Petrus Liy membenarkan, kepolisian sudah menerima laporan dari orang tua Nelson mengenai masalah ini. “Rencananya, kedua belah pihak akan bertemu dan menyelesaikan masalah ini secara damai setelah korban sembuh," ujarnya.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.