Gantikan Pramono di DPR, Eva Sundari Incar Komisi Ekonomi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eva Sundari. TEMPO/Seto Wardhana

    Eva Sundari. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari bakal menggantikan posisi Pramono Anung di Dewan Perwakilan Rakyat. Pramono meninggalkan kursi legislatif karena menjabat sebagai Sekretaris Kabinet menggantikan Andi Wijadjanto. "Saya menunggu jadwal pelantikan," kata Eva di gedung Pakarti, Jakarta, Senin, 28 September 2015.

    Meski akan kembali ke DPR, Eva mengaku ia sebenarnya lebih nyaman di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai staf khusus. "Habitat asliku ekonomi, di Bappenas seperti ngecharge battery setelah bertugas lama di bidang hukum di DPR," katanya.

    Selain isu ekonomi yang disukai, Eva juga gemar belajar politik pemerintahan dan teknis birokrasi di Bappenas. "Asyik juga bagaimana menteknokratkan visi dan misi menjadi program dan proyek. Serta mengetahui mengapa koordinasi tidak lancar."

    Bappenas, kata dia, adalah dunia baru yang dijalaninya setelah sepuluh tahun sebagai anggota legislatif di Senayan. Eva pernah menjadi anggota DPR yang menangani bidang hukum. Mitra kerjanya meliputi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kejaksaan Agung, dan kepolisian.

    Setelah dilantik, Eva ingin fokus ke isu sosial ekonomi. Dia berharap ditempatkan di komisi-komisi DPR terkait dengan ekonomi. "Semoga bisa di Komisi XI, karena keuangan dan makro kebijakan ekonomi adalah interest saya," ujar perempuan kelahiran Nganjuk, 49 tahun lalu ini.

    Eva melanjutkan, di bidang sosial ekonomi garapannya meliputi hak atas pekerjaan, sandang, pangan, papan, fiskal, dan pajak. "Bagaimana agar konstitusi mengamanatkan kesejahteraan rakyat terpenuhi, sebagaimana Pasal 33 UUD 1945."

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.