SUAP BANSOS: OC Kaligis Pasang Badan untuk Surya Paloh?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara senior Otto Cornelis Kaligis bersiap menjalani sidang pembacaan dakwaan atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 31 Agustus 2015. Sidang dakwaan Otto Cornelis Kaligis jalani sidang dakwaan atas dirinya yang sempat tertunda dua kali akibat kondisi kesehatan Kaligis. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pengacara senior Otto Cornelis Kaligis bersiap menjalani sidang pembacaan dakwaan atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 31 Agustus 2015. Sidang dakwaan Otto Cornelis Kaligis jalani sidang dakwaan atas dirinya yang sempat tertunda dua kali akibat kondisi kesehatan Kaligis. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - OC Kaligis membantah keterlibatan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Patrice Rio Capella terlibat dalam kongkalikong penyelewenangan dana bantuan sosial Sumatera Utara yang berujung pada suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.

    "Surya Paloh jauh dari itu apalagi Rio Capella," kata OC Kaligis sebelum sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin, 28 September 2015. Namun, Kaligis membenarkan adanya pertemuan antara Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujobtoro dengan wakilnya Erry Nuradi yang merupakan politikus Partai NasDem.

    BERITA MENARIK
    TRAGEDI MINA: 4 Anaknya Tewas, Begini Reaksi Lelaki Ini

    Bulan Darah 28 September, Kiamat? Inilah 4 Hal yang Langka

    Pertemuan itu, kata OC Kaligis, diinisiasi olehnya atas permintaan Gatot karena ada masalah antara Gatot dan wakilnya. "Gatot minta islah karena wakilnya mulai bikin manuver, seperti mau menjadi inspektur upacara 17 Agustus," ujar Kaligis. Selaku Ketua Mahkamah NasDem, Kaligis merasa tak ada salahnya ia mempertemukan Gatot dan Erry.

    "Kalau orang mau damai apa salahnya, kebetulan Erry kan dari NasDem juga sebagai Dewan Pimpinan Wilayah," ucap OC Kaligis. Setelah pertemuan yang diinisiasinya itu, Kaligis menyebut ada pertemuan selanjutnya. Namun, ia tak mengikuti pertemuan tersebut. OC Kaligis juga memastikan pertemuan tersebut tak ada hubungannya dengan perkara yang membelit dirinya saat ini.

    Sejumlah sumber sebelumnya menyebutkan ada pertemuan antara Ketua NasDem Surya Paloh, Sekjen NasDem Patrice Rio Capella, Gatot selaku Gubernur Sumatera Utara, dan Wakil Gubernur Sumut Erry Nuradi. Pertemuan itu disebut terkait gugatan yang tengah diajukan anak buah Gatot, Achmad Fuad Lubis, di Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.

    KPK pekan lalu telah memanggil Rio Patrice. Pemanggilan Rio diduga berkaitan dengan pertemuan di Kantor DPP Nasdem. Istri Gatot, Evy Susanti, mengakui adanya pertemuan tersebut namun tak menjelaskan secara rinci isi pertemuan itu.

    OC Kaligis menyatakan keterkejutannya karena Rio dipanggil KPK. "Rio Capella sama sekali tak ada kaitannya dengan perkara saya," ujar dia.

    Suap di PTUN Medan bermula dari pemanggilan Fuad selaku Kepala Biro Keuangan Pemerintah Sumut oleh Kejaksaan Tinggi Sumut terkait korupsi dana bansos. Gatot merasa dirinya akan dikaitkan dengan kasus tersebut sehingga ia meminta Kaligis yang juga kuasa hukumnya untuk menjadi pengacara Fuad.

    OC Kaligis dan anak buahnya, M Yagari Bhastara alias Gari ternyata tak hanya mendampingi Fuad namun juga melobi hakim dan panitera PTUN Medan. Kaligis dan Gari disangka memberi duit suap senilai US$ 22 ribu dan Sin$ 5 ribu kepada tiga hakim dan satu panitera di PTUN Medan.

    KPK menangkap tangan lima orang pada 9 Juli 2015. Mereka adalah Gari, Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, dua hakim PTUN Medan bernama Amir Fauzi dan Dermawan Ginting, serta panitera sekretaris PTUN Medan, Syamsir Yusfan. Mereka tertangkap saat bertransaksi suap. Berkat permainan sejumlah uang, sebagian gugatan tim Kaligis dikabulkan majelis hakim yang dipimpin Tripeni bersama Amir dan Dermawan.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA

    BACA JUGA
    Diadukan Isteri Soal Nafkah, Nasib Krisna Mukti Diputuskan
    Jokowi Pakai Topi Gaul 62, Mau Tiru Gaya Rappe J-Flow?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.