Ada Anak Terluka, Kepulangan Jemaah Haji Indonesia Tertunda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Haji kloter I asal Makassar membawa barang bawaaanya saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, 20 Agustus 2015. Kloter pertama embarkasi haji Hasanuddin asal kota Makassar sebanyak 910 jemaah haji dari kota Makassar siap diberangkatkan ke tanah suci. TEMPO/Fahmi Ali

    Calon Haji kloter I asal Makassar membawa barang bawaaanya saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, 20 Agustus 2015. Kloter pertama embarkasi haji Hasanuddin asal kota Makassar sebanyak 910 jemaah haji dari kota Makassar siap diberangkatkan ke tanah suci. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama pemulangan ke Tanah Air mengalami keterlambatan sepuluh jam. Semula, kloter JKG 01 akan diterbangkan dengan pesawat Garuda 7461 pada Senin, 28 September 2015, pukul 08.40, waktu Arab Saudi.

    “Jadwal baru JKG 01 akan diterbangkan pada pukul 18.40 waktu Arab Saudi,” kata Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Saudi Nurul Badruttamam, seperti dalam siaran pers Media Center Haji (MCH) yang diterima Tempo, hari ini, 28 September 2015.

    Menurut Nurul, keterlambatan terjadi lantaran penerbangan harus menunggu kru pesawat Garuda yang akan bertugas mengangkut kloter JKG 1. Kru Garuda yang terbang menggunakan penerbangan reguler, pesawat GA 980, itu mengalami keterlambatan mendarat di Bandara King Abdul Azis, Jeddah. Mereka terlambat karena harus mendarat darurat (divert) di Colombo. Pendaratan darurat di Colombo disebabkan adanya anak kecil yang luka akibat membentur pembatas kursi pesawat dan harus memerlukan pertolongan pertama.

    Para jemaah haji kloter JKG 01 kini ditempatkan di Hotel Norcom, Jeddah. “Segala beban biaya akomodasi 440 jemaah JKG 01 ini menjadi tanggung jawab pihak Garuda,” katanya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.