TRAGEDI MINA: Korban dari Indonesia Menjadi 41 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berusaha menenangkan seorang pria yang kerabatnya menjadi korban dalam tragedi Mina, di Ahmedabad, India, 25 September 2015. Musibah ini menjadi catatan terburuk dalam penyelenggaraan haji selama 25 tahun terakhir. REUTERS/Amit Dave

    Warga berusaha menenangkan seorang pria yang kerabatnya menjadi korban dalam tragedi Mina, di Ahmedabad, India, 25 September 2015. Musibah ini menjadi catatan terburuk dalam penyelenggaraan haji selama 25 tahun terakhir. REUTERS/Amit Dave

    TEMPO.CO, Jakarta - Jemaah haji Indonesia yang menjadi korban tragedi Mina terus bertambah. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil mengatakan lembaganya telah mengidentifikasi tujuh calon haji asal Indonesia yang meninggal dalam tragedi Mina.

    Tujuh jenazah calon haji asal Indonesia itu diiindetifikasi di pemulasaran Mu'aishim pada Senin dinihari waktu Arab Saudi. “Jemaah meninggal dunia pada rilis sebelumnya sebanyak 34 orang, saat ini teridentifikasi lagi sebanyak tujuh orang, sehingga jumlah total menjadi sebanyak 41 orang,” kata Abdul, dalam keterangan tertulis, Senin, 28 September 2015.

    Berikut nama tujuh calon haji asal Indonesia yang berhasil diindentifikasi:
    1. Ruswati Karim Lawadang, kloter BPN 5 nomor paspor A8925437
    2. Warnita Habib Basa, kloter BTH 4 nomor paspor B0822105
    3. Rosidah Adjo Madusri, kloter JKS 61 nomor paspor B0745303
    4. Sitti Lubabah Arsyad Ngolo, kloter UPG 10 nomor paspor B0693565
    5. Yusriani Muhammad Qohar, kloter SUB 48 nomor paspor A6885226
    6. Ardani Moch Ali Siradj, kloter SOC 29 nomor paspor B0802886
    7. Junaedi Sjahrudin Marjun, kloter SUB 36 nomor paspor B1021715

    Jumlah calon haji Indonesia yang cedera yang dirawat di rumah sakit juga bertambah empat orang, sehingga jumlah total menjadi sepuluh orang. Keempat orang yang baru diketahui dirawat itu adalah:

    1. Aam Amalia Rustama, kloter JKS 61 nomor paspor B0929863 dirawat di RS Arofah;
    2. Murtiningsih Neman Sunar Akun, kloter SUB 48 nomor paspor B1225295 dirawat di RS Security Force Awali;
    3. Sapuna Muntaha Hedan, kloter SUB 48 nomor paspor B1381244 dirawat di RS. King Abdullah dan kemudian dipindahkan ke RS Jeddah;
    4. Maryam Pauli Kiming, kloter UPG 10 nomor paspor B0693505 dirawat di RS Security Force Awali.

    Sedangkan calon haji yang belum kembali dan diketahui keberadaannya saat ini adalah 82 orang, dari jumlah sebelumnya sebanyak 90 orang, dengan rincian sebagai berikut:

    1. Kloter BTH 14 sebanyak 8 orang
    2. Kloter SUB 48 sebanyak 14 orang
    3. Kloter JKS 61 sebanyak 46 orang
    4. Kloter UPG 10 sebanyak 5 orang
    5. Kloter SOC 62 sebanyak 7 orang
    6. Kloter SUB 36 sebanyak 2 orang

    Abdul mengatakan tim dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga sudah mengidentifikasi calon haji warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Arab Saudi. Jamaah itu juga menjadi korban meninggal dunia dalam tragedi Mina.

    Jemaah itu adalah Rumiati binti Nomo alias Aminah dengan alamat Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare Arjowilangun Malang, Jawa Timur. “Sehingga sampai dengan saat ini, jumlah WNI mukimin yang menjadi korban peristiwa Mina berjumlah empat orang,” kata Abdul.

    Abdul juga mengatakan bahwa insiden di Mina yang terjadi pada pekan lalu itu memakan korban yang cukup banyak dari berbagai negara. Menurutnya, memerlukan banyak waktu untuk dapat mengetahui secara jelas dan akurat tentang identitas jamaah yang bersangkutan. “Kondisi ini juga mengharuskan kami berlomba dengan waktu,” kata dia. “Tim telah berusaha keras siang dan malam mencari anggota jemaah yang masih belum diketahui keberadaannya dan mengidentifikasi jenazah yang telah diketahui meninggal dunia."

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.