Santap Beruang Madu, 3 Pemuda Ditangkap Polisi di Kutai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beruang madu (helarctos malayanus). Wikipedia.org

    Beruang madu (helarctos malayanus). Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Samarinda - Kepolisian Resor Kutai Kartanegara menangkap tiga remaja asal Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang diduga membunuh beruang madu (Helarctos malayanus) sekaligus memakan hewan dilindungi itu. Mereka ditangkap dari kediaman mereka pada Sabtu, 26 September 2015.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kukar Ajun Komisaris Juliansyah mengatakan ketiga remaja itu adalah Ronal Cristoper, Markus Lawai, dan Martinus Blawing. Mereka ditahan polisi yang bergerak dari Tenggarong sehari sebelumnya. Dari keterangan para tersangka ini, menurut Juliansyah, seekor beruang madu itu ditemukan sudah dalam kondisi mati terjerat di hutan dekat sungai tempat mereka membagikan dagingnya. ”Saat kami tanya mengapa makan daging beruang madu, mereka nyahut, 'Enak rasanya, kayak daging babi',” kata Juliansyah, meniru ucapan ketiga remaja itu.

    Kecamatan Tabang merupakan kecamatan paling barat dari Kabupaten Kutai. Kecamatan ini tergolong daerah pedalaman yang berbatasan dengan Kabupayen Kutai Barat. Menuju Tabang dari Tenggarong, ibu kota Kutai Kartanegara, dibutuhkan waktu tempuh satu hari dengan menyusuri Sungai Mahakam.

    Dari tangan tiga remaja ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 2 bilah mandau (senjata tajam sejenis parang), 2 pisau, dan 1 tulang-belulang yang diduga tulang beruang madu. ”Polisi sedang dalam perjalanan dari Tabang ke Tenggarong. Mereka mengamankan daging yang sudah dimasak dan panci yang masih ada daging beruang madu," ucapnya.

    Sebelumnya, Profauna Borneo merilis pada halaman website-nya soal pembantaian beruang madu. Foto yang dipasang merupakan hasil capture dari halaman media sosial milik Ronal Cristoper. Pada foto itu, Ronal bersama dua rekannya sedang membersihkan bangkai beruang madu di pinggir sungai. Dalam lamannya, Ronal memberi keterangan: "hasil tangkapan hari ini".

    Menurut Juliansyah, ketiga remaja ini membagi rata daging beruang madu menjadi tiga bagian. Mereka pun membawa pulang ke rumah masing-masing untuk dimasak. ”Pengakuannya mereka, beruang madu itu ditemukan sudah mati, jadi mereka tak membunuh atau membantai. Kami masih menyelidiki kebenarannya,” tuturnya.

    Tiga remaja yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini dijerat dengan Pasal 40 ayat 2 juncto Pasal 21 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam. Ancamannya, maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.