TRAGEDI MINA: Solihin Jadi Saksi Saat Saadah Terinjak-injak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenda para penggemar Apple saat menunggu toko dibuka untuk mendapatkan iPhone 6s dan 6s Plus di Sydney, Australia, 24 September 2015. Untuk iPhone 6s dibandrol sekitar 12 juta - 15 juta rupiah, sedangkan 6s Plus 13 juta - 17 juta rupiah. AP/Glenn Nicholls

    Tenda para penggemar Apple saat menunggu toko dibuka untuk mendapatkan iPhone 6s dan 6s Plus di Sydney, Australia, 24 September 2015. Untuk iPhone 6s dibandrol sekitar 12 juta - 15 juta rupiah, sedangkan 6s Plus 13 juta - 17 juta rupiah. AP/Glenn Nicholls

    TEMPO.CO, Ciamis - Dua jemaah haji asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal dalam tragedi lempar jumrah di Mina, Kamis, 24 September 2015. Jemaah yang meninggal adalah Nji Saadah, 60 tahun, warga Dusun Lenggorsari RT 27/RW 14 Desa Gunung Cupu Kecamatan Sindangkasih, dan Sardjo Muljana, 65 tahun, warga Tunggilisi, Kalipucang.

    Ade Irma, putri pasangan Solihin dan Nji Saadah, mengatakan Solihin, Nji Saadah, dan Sardjo selalu bersama ke mana pun saat di Mekah. Saat tragedi Mina pun posisi mereka berdekatan.

    Baca juga:
    Kasus Muncikari  Artis ke Jaksa:  Dari 80 Wanita, AS Termahal
    Bulan Darah,  28 September Kiamat? Resah, Ini Kata Gereja

    "Menurut keterangan dari bapak (Solihin), posisi bapak, ibu, dan Pak Sardjo berdekatan," katanya saat ditemui di rumah duka di Dusun Lenggorsari, Desa Gunung Cupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Minggu, 27 September 2015.

    Karena posisinya dekat, kata Ade, Solihin melihat istrinya dan Sardjo jatuh lalu terinjak-injak jemaah lainnya. Saat kejadian Nji Saadah bergandengan dengan Solihin. Namun mereka akhirnya jatuh dan terinjak-injak. Solihin terseret ke pinggir jalan.

    Setelah suasana agak kondusif, kata Ade, Solihin membawa Nji Saadah ke pinggir jalan. Saat itu posisi Nji Saadah sudah terkulai lemas. "Bapak sempat ikat tangannya mamah agar bersidekap dan menutup mata mamah," kata Ade dengan menitikkan air mata.

    Saat itu Solihin berusaha mencari pertolongan. Namun saat akan kembali menemui istrinya, sang istri sudah tidak di posisi semula dan menghilang.

    Baca juga:
    Jokowi Pakai Topi Gaul 62, Mau Tiru Gaya Rappe J-Flow?
    Bulan Darah 28 September 2015, Inilah yang  Bikin Menakutkan

    Selanjutanya: Awalnya...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.