Saat Kaum Disabilitas Menari Tolak Korupsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para penyandang disabilitas dalam deklarasi gerakan anti korupsi di Taman Film, Bandung, 27 September 2015. TEMPO/Dwi Renjani

    Para penyandang disabilitas dalam deklarasi gerakan anti korupsi di Taman Film, Bandung, 27 September 2015. TEMPO/Dwi Renjani

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Difabel Anti Korupsi (Gradasi) mendeklarasikan gerakan melawan korupsi. Kegiatan ini merupakan bagian dalam peringatan Hari Anti Korupsi Internasional yang jatuh pada Desember di Kota Bandung.

    Kegiatan deklarasi difabel yang diselenggarakan pada Minggu, 27 September 2015 diikuti ratusan kaum difabel dari berbagai komunitas di Bandung. "Kegiatan ini diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Anti Korupsi Internasional pada Desember. Selain itu, deklarasi ini juga dilakukan sebagai upaya advokasi informasi dan lainnya bagi kaum disabilitas yang haknya sering terabaikan," ujar Sudjanarko, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Minggu, 27 September 2015

    Ada tiga hal yang dideklarasikan oleh Gradasi. Pertama adalah kelompok disabilitas memiliki hak asasi yang sama seperti masyarakat lain, sehingga meminta pemerintah menjadikan mereka sebagai subyek dan bukan obyek pembangunan. Kedua, pemerintah diminta menghilangkan diskriminasi terhadap hak-hak dasar kelompok disabilitas dengan memenuhi kewajiban berupa jaminan keamanan, sosial, pendidikan, kesehatan, dan akses pemberdayaan ekonomi yang layak dalam memenuhi harkat dan martabat kelompok disabilitas. Terakhir adalah kelompok disabilitas mendukung upaya pemberantasan korupsi yang telah melemahkan moral, harkat, dan martabat Indonesia.

    Selain membacakan deklarasi, acara dimeriahkan pertunjukan seni yang dibawakan penyandang disabilitas. Mereka menari dan bernyanyi bersama masyarakat yang turut dalam kegiatan tersebut.

    Pertunjukan tari jaipong, perkusi, dan bermain musik menggunakan hentakan tangan menjadi kegiatan yang banyak diikuti oleh masyarakat dan pengunjung Taman Musik Bandung.

    Selain itu, gerakan ini diharapkan bisa menjadi penjembatan advokasi informasi bagi para penyandang disabilitas. Deklarasi tersebut juga diharapkan bisa membuat para penyandang disabilitas menjadi garda terdepan pencegahan korupsi di lingkungan masyarakat.

    "Penyandang disabilitas itu sering disepelekan, haknya terabaikan. Makanya kami-kami ingin mempermudah jalan advokasi untuk mereka, mulai dari akses pekerjaan, fasilitas, dan informasi yang harusnya sampai kepada mereka. Dengan seperti itu, mereka juga bisa menjadi bagian garda terdepan untuk mencegah korupsi meluas di masyarakat," ujar Sudjanarko

    Kota Bandung dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Hari Anti Korupsi Internasional, mengalahkan dua kota lainnya, yakni Solo dan Surabaya. Bandung dianggap memiliki lokasi yang strategis serta jaringan komunitas yang luas.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.