Kuburan Warga Syiah Tak Jelas, Pemerintah Sampang Ambil Alih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga Syiah melintas disamping sebuah selembaran larangan pulang kampung terpasang di pengungsian warga Syiah Sampang di rumah susun Jemundo, Sidoarjo (28/7). Tahun ini adalah yang kedua kalinya bagi 300 pengungsi Syiah Sampang harus merayakan Hari raya Idul Fitri di pengungsian.  TEMPO/Fully Syafi

    Seorang warga Syiah melintas disamping sebuah selembaran larangan pulang kampung terpasang di pengungsian warga Syiah Sampang di rumah susun Jemundo, Sidoarjo (28/7). Tahun ini adalah yang kedua kalinya bagi 300 pengungsi Syiah Sampang harus merayakan Hari raya Idul Fitri di pengungsian. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur menyiapkan tempat pemakaman untuk Busidin, 65 tahun, warga Syiah Sampang yang meninggal di pengungsian, di Lingkar Timur Sidoarjo. Kebijakan itu sebagai antisipasi apabila jenazah almarhum tidak bisa dimakamkan di kampung halamannya.

    "Kami sudah siapkan pemakaman di Lingkar Timur Sidoarjo. Soal biaya dan segala urusan pemakaman kami yang tanggung," kata Irfan Setyanudin, petugas BPBD Jawa Timur, yang mengurus pengungsi Syiah Sampang di Rumah Susun Puspa Agro di Jemundo, Sidoarjo, Ahad, 27 September 2015.

    Meski pemakaman sudah disiapkan, semuanya dikembalikan kepada keluarga almarhum. Saat ini keluarga mendiang dalam perjalanan menuju tempat pengungsian di Rumah Susun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo. Irfan mengatakan ini merupakan kasus kematian pertama sejak pengungsi Syiah Sampang tinggal di pengungsian Rusun Jemundo, Juni 2013.

    Pemimpin Syiah Sampang, Iklil Al Milal, mengaku saat ini keluarga almarhum di Sampang masih melobi warga serta petugas keamanan agar jenazah almarhum bisa dimakamkan di kampung halamannya di Desa Blu'uran, Sampang. "Keluarga berencana memakamkan di pekarangan rumah, bukan di pemakaman umum."

    Adapun Wakil Bupati Sampang Fadilah Boediono mengizinkan jenazah Busidin dimakamkan di Sampang. Namun, Fadilah mengingatkan, sebelum jenazah dibawa ke Sampang untuk dikebumikan, keluarga Busidin sebaiknya berkoordinasi dengan TNI atau Polri untuk mendapat pengawalan. "Biar semua lancar tanpa hambatan," ujarnya.

    Busidin meninggal karena penyakit komplikasi yang dideritanya di Rumah Sakit Umum Sidoarjo pagi tadi. Sebelumnya, Busidin dirawat di Rumah Sakit Siti Khodijah dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Umum Dr Soetomo di Surabaya. Namun, oleh petugas BPBD Jawa Timur, perawatan Busidin diarahkan ke RSU Sidoarjo.

    Saat ini jumlah pengungsi Syiah Sampang di Rumah Susun Puspa Agro di Jemundo, Sidoarjo, sebanyak 320 jiwa, yang terdiri atas 74 keluarga. Mereka berada di pengungsian sejak 20 Juni 2013 setelah sebelumnya sempat ditampung di Gedung Olahraga Sampang selama sembilan bulan.

    NUR HADI

    BERITA MENARIK
    Disebut Ahok Berotak Kelas Dua, Ini Reaksi Mengejutkan Jaya Suprana
    Dilaporkan Tewas 30 Tahun Lalu, Wanita Ini Ternyata Hidup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.