KABUT ASAP: 36 Pesawat Batal Terbang di Riau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengenakan masker saat pelaksanaan salat Idul Adha yang diselimuti kabut asap yang pekat di Dataran Engku Putri, Batam, Kepulauan Riau, 24 September 2015. Kabut asap semakin pekat dengan indeks standar pencemar udara (ISPU) mencapai titik tertinggi 247 pada sore kemarin dan masuk kedalam kategori sangat tidak sehat. ANTARA/M N Kanwa

    Warga mengenakan masker saat pelaksanaan salat Idul Adha yang diselimuti kabut asap yang pekat di Dataran Engku Putri, Batam, Kepulauan Riau, 24 September 2015. Kabut asap semakin pekat dengan indeks standar pencemar udara (ISPU) mencapai titik tertinggi 247 pada sore kemarin dan masuk kedalam kategori sangat tidak sehat. ANTARA/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan membuat aktivitas penerbangan di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, lumpuh. Sejak pagi hingga siang, tidak satu pun pesawat bisa terbang karena landasan pacu tertutup asap. Sebanyak 36 pesawat terpaksa membatalkan penerbangan. "Cuaca buruk akibat asap," kata Duty Manager Bandara Pekanbaru Hasnan, Ahad, 27 September 2015.

    Menurut Hasnan, ada 68 penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan, di bandara Pekanbaru. Namun sejauh ini tidak satu pun pesawat melakukan penerbangan. Sebanyak 36 penerbangan batal terbang. Sedangkan untuk jadwal sore dan malam masih menanti konfirmasi sambil menunggu cuaca membaik. "Hingga siang sudah ada enam pesawat yang batal."

    Enam pesawat yang membatalkan penerbangan, baik domestik maupun luar negeri, adalah Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Fire Fly, Sriwijaya, Batik Air, dan Air Asia. "Jarak pandang hingga siang masih 300 meter, jauh di bawah ambang batas penerbangan," ujarnya. Batalnya penerbangan membuat ratusan penumpang telantar. Mereka terpaksa mengganti jadwal atau meminta tiket dikembalikan.

    Warga Pekanbaru, Sayuti, terpaksa membatalkan keberangkatannya ke Jakarta dan memilih pulang. "Saya batal berangkat gara-gara pesawat tidak berangkat karena asap," tutur karyawan swasta yang mengaku akan bertugas di Jakarta ini.

    Belum diketahui pasti total penumpang yang telantar. Dalam sehari, bandara Pekanbaru melayani 8.000 penumpang, baik keberangkatan maupun kedatangan.

    Titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera kembali meluas. Titik panas melonjak hingga 674 titik, jauh meningkat dari hari sebelumnya 45 titik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyebutkan satelit Tera dan Aqua memantau Sumatera Selatan masih menjadi penyumbang titik panas terbanyak di Sumatera dengan 607 titik. "Titik panas terpantau pukul 05.00," ucap Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin.

    Menurut Sugarin, titik panas tersebut juga menyebar hingga lima daerah lain, yakni Jambi dengan 37 titik, Lampung (14 titik), Bangka Belitung (11 titik), dan Kepulauan Riau (1 titik). Sedangkan di Riau terpantau ada empat titik panas, yang terdapat di Siak. "Tingkat kepercayaan di atas 70 persen, yakni empat titik panas," ujarnya.

    RIYAN NOFITRA

    BERITA MENARIK
    Disebut Ahok Berotak Kelas Dua, Ini Reaksi Mengejutkan Jaya Suprana
    Dilaporkan Tewas 30 Tahun Lalu, Wanita Ini Ternyata Hidup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.