TRAGEDI MINA: Inilah Data 112 Jemaah Haji yang Masih Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wagub Jawa Timur, Saifullah Yusuf (kedua kiri), didampingi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Mahfudh Shodar, berdoa saat mengunjungi keluarga korban tragedi Mina, Hamid Atwi Tarji Rofia di Probolinggo, Jawa Timur, 25 September 2015. Saat ini pemerintah Arab Saudi baru merilis data asal negara dari 303 korban. ANTARA/Moch Asim

    Wagub Jawa Timur, Saifullah Yusuf (kedua kiri), didampingi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Mahfudh Shodar, berdoa saat mengunjungi keluarga korban tragedi Mina, Hamid Atwi Tarji Rofia di Probolinggo, Jawa Timur, 25 September 2015. Saat ini pemerintah Arab Saudi baru merilis data asal negara dari 303 korban. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini ada 112 anggota jemaah haji yang hilang. Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia Slamet Effendy Yusuf mendapat kabar teranyar bahwa 113 orang dari 225 jemaah haji Indonesia yang dikabarkan hilang sudah kembali ke maktab atau pemondokan masing-masing.

    Menurut dia, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Mekah melaporkan masih terdapat 112 jemaah yang belum jelas nasib dan posisinya pasca-tragedi Mina pada Kamis kemarin.

    Mereka yang masih dalam pencarian setelah tragedi Mina itu antara lain:
    a. Kloter JKS 61 (Jakarta) 64 orang
    b. Kloter SUB 48 (Surabaya) 16 orang
    c. Kloter BTH 14 (Batam) 14 orang
    d. Kloter SOC 62 (Solo) 11 orang)
    e. Kloter UPG 10 (Ujungpandang) 7 orang

    Jemaah yang mengalami cedera dan dirawat

    1. Kloter JKS 61 (Jakarta) - Ubaid bin Komaruddin di RS Jizrul Mina
    2. Kloter JKS 61 (Jakarta) - Ending bin Rukanda di RS Jizrul Mina
    3. Kloter BTH 14 (Batam) - Zulaiha Alam di RS Jizrul Mina
    4. Kloter BTH 14 (Batam)  - Arninda Idris di RS King Abdullah
    5. Kloter BTH 14 (Batam)  - Fadhilah Nurdin di Klinik 107  Mekah
    6. Kloter MES 7 - Yusniar Abdul Malik di King Fahd Angkatan Bersenjata Jeddah

    Slamet mengapresiasi upaya PPIH Daerah Kerja Mekah yang terus memperbarui informasi soal jemaah haji Indonesia pasca-insiden Mina, yang semula dikabarkan 225 orang di antaranya belum kembali ke maktab.

    "Melalui kontak kami dengan Kepala Daker Mekah Arsyad Hidayat, sebanyak 113 jemaah ditemukan sudah berada dan kembali ke tenda dan maktab masing-masing," kata Slamet Effendy Yusuf melalui pesan elektronik yang diterima di Jakarta, Minggu, 27 September 2015.

    Slamet mengatakan KPHI telah meminta agar Daker Mekah mengerahkan petugasnya untuk mencari jemaah hilang, yang jumlahnya cukup besar. "Alhamdulillah, sampai tengah malam tadi, petugas terus menyisir jemaah yang hilang ini dengan mendatangi ketua rombongan, regu, kloter, rumah-rumah sakit, sampai tempat pemulasaran jenazah," tuturnya.

    Menurut Slamet, 112 anggota jemaah haji yang masih hilang itu merupakan persoalan serius bila dipandang dari sisi perlindungan jemaah yang menjadi bagian dari penyelenggaraan haji. KPHI menghargai pemerintah yang sudah mendapatkan informasi mengenai bertambahnya jenazah korban musibah Mina 2015. “Kami hargai pemerintah yang tak kenal menyerah untuk memperoleh akses ke tempat-tempat kemungkinan jenazah itu ada," ucapnya.

    Slamet mengatakan ditemukan lagi 12 korban sehingga semua menjadi 14 orang dengan identitas yang rinci adalah hasil keuletan petugas PPIH. "Kami mengapresiasi kerja keras PPIH tersebut," ujarnya.

    Adapun Menteri Kesehatan Arab Saudi Khalid Al Falih, seperti dikutip Arabnews, mengatakan jumlah korban meninggal akibat berdesak-desakan di Mina semakin bertambah, mencapai 769 orang. Sedangkan korban luka mencapai 934 jemaah. "Beberapa jemaah meninggal setelah dirawat di rumah sakit pasca-kejadian," kata Al Falih, seperti dilansir Arabnews.com, Minggu, 27 September 2015.

    Berbeda dengan data yang disampaikan KPIH maupun PPIH, pemerintah Arab Saudi menyatakan hanya tiga jemaah asal Indonesia yang menjadi korban tragedi Mina.

    AGUSSUP | ANTARA

    Video Terkait:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.