Tragedi Mina, Jokowi: Menteri Agama Laporan Tiap Jam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    Petugas membawa jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Karawang - Presiden Joko Widodo mengatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan laporan terbaru langsung kepadanya setiap satu jam sekali. "Tiap jam laporan, tadi SMS juga," katanya saat mengikuti panen raya di Cikarang, Karawang, Jawa Barat, Minggu, 27 September 2015.

    Jokowi mengatakan dia telah mendapat update terbaru bahwa jumlah warga negara Indonesia yang wafat karena tragedi Mina mencapai 19 orang. "Tadi malam itu laporan yang diberikan ke saya, 14 haji kita meninggal. Tapi, pada pagi hari ini, laporan dari Menag tadi 19 orang. Jadi perkembangan akan kita ikuti terus," kata Jokowi di Karawang, Ahad, 27 September 2015.

    Presiden mengatakan Indonesia terus memantau apakah masih ada WNI Indonesia yang meninggal dunia. Menurut dia, Menteri Agama yang kini tengah berada di Arab Saudi terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Arab untuk memeriksa keberadaan para WNI. "Kita terus lihat, apakah ada yang tidak kembali karena ke maktab atau kembali ke hotel. Jadi masih simpang siur. Agar akurat, maka harus dicek," ujarnya.

    Menteri Kesehatan Arab Saudi Khalid Al Falih, seperti dikutip Arabnews, mengatakan jumlah korban meninggal akibat berdesak-desakan di Mina semakin bertambah, mencapai 769 orang. Sedangkan korban luka mencapai 934 jemaah. "Beberapa jemaah meninggal setelah dirawat di rumah sakit pascakejadian," tutur Al Falih, seperti dilansir Arabnews.com, Minggu, 27 September 2015.

    Pemerintah Arab Saudi mencatat korban meninggal terbanyak berasal dari Iran, yaitu 136 orang. Sedangkan jemaah asal Maroko yang meninggal mencapai 87 orang.

    Adapun kantor berita Prancis, Agence France Presse, melaporkan korban meninggal lainnya, yaitu 20 jemaah asal Kamerun, 19 orang asal Nigeria, 18 orang asal India, dan 14 orang asal Mesir. Selain itu, sebanyak 11 orang asal Chad, 9 orang asal Pakistan, 8 orang jemaah Somalia, 7 orang asal Algeria, 5 jemaah asal Senegal, dan 4 orang asal Tanzania. Otoritas setempat juga menyatakan warga Kenya meninggal dalam tragedi yang terjadi 24 September 2015 itu.

    Berbeda dengan data yang disampaikan kepada Jokowi oleh Lukman Hakim, pemerintah Arab Saudi menyatakan hanya tiga jemaah asal Indonesia yang menjadi korban tragedi Mina.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.